JombangBanget.id - Pengurus MWCNU Kecamatan Sumobito, Jombang H Ahmad Mauzul, menjelaskan mukmin terbaik.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Iman yang paling utama, engkau mengetahui Allah bersamamu di mana pun engkau berada,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (2/7).
Allah Ta’ala berfirman di QS Al-Hadid 4. Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Ini merupakan fondasi utama dalam membangun kesadaran, tidak ada satu detik pun kehidupan manusia yang luput dari ilmu dan pengawasan Allah Ta’ala.
Baca Juga: SPMB Jombang 2026 Sepi Peminat, 352 Kursi SMP Negeri Masih Kosong
Kebersamaan Allah bukan berarti Allah berada di setiap tempat secara zat. Namun ilmu, pendengaran, penglihatan, kekuasaan, dan pengawasan-Nya meliputi seluruh makhluk.
Allah bersama mereka dengan ilmu-Nya; Dia mendengar perkataan mereka, melihat tempat mereka, mengetahui rahasia dan bisikan mereka. Maka seorang mukmin tidak pernah merasa sendirian.
Ketika Malaikat Jibril datang bertanya kepada Rasulullah tentang ihsan, beliau menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya.
Jika engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.
Walaupun mata kita tidak dapat melihat Allah di dunia, kita yakin sepenuhnya Allah melihat setiap gerak, ucapan, niat, bahkan bisikan hati kita.
Rasulullah juga bersabda: Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada.
Takwa bukan hanya saat berada di masjid, mengikuti pengajian, atau mengenakan pakaian yang baik. Takwa yang sejati tetap menjaga diri ketika sendirian.
Ketika berada di tempat kerja, di pasar, di jalan raya. Bahkan ketika tidak ada seorang pun yang mengenal kita.
Mengapa ada orang yang tetap jujur padahal tidak diawasi? Mengapa ada orang yang menolak korupsi meskipun kesempatan terbuka lebar? Mengapa ada orang yang menjaga pandangannya ketika sendirian?
Baca Juga: Tafsir Aktual: Al-Fatihah (6)
Ini karena ia yakin Allah melihatnya. Allah berfirman: Tidakkah dia mengetahui Allah melihat? (QS Al-'Alaq 14).
Ayat yang singkat ini mampu menjadi benteng yang lebih kuat daripada ribuan kamera pengawas.
Nabi bersabda; Barangsiapa menjadikan segala macam keinginannya hanya satu, yaitu keinginan tempat kembali (negeri akhirat), niscaya Allah akan mencukupkan baginya keinginan dunianya.
Dan barangsiapa yang keinginannya beraneka ragam pada urusan dunia, maka Allah tidak akan mempedulikan di manapun dia binasa.
Suatu hari Abdullah bin Umar radiyallahu 'anhuma bertemu seorang penggembala kambing.
Beliau mengujinya. ’’Juallah seekor kambingmu.’’ Penggembala menjawab, ’’Kambing ini milik tuanku.’’
Ibnu Umar berkata; ’’Katakan saja kepada tuanmu bahwa kambing itu dimakan serigala.’’
Penggembala itu terdiam. Air matanya hampir menetes. Ia lalu mengangkat kepalanya ke langit dan berkata: ’’Kalau begitu, di manakah Allah?’’
Kalimat sederhana itu mengguncang hati Abdullah bin Umar. Beliau kemudian membeli penggembala tersebut, memerdekakannya, dan menghadiahkan seluruh kambing itu kepadanya.
Rasulullah bersabda: Orang yang berhijrah meninggalkan apa saja yang dilarang Allah.
Baca Juga: Atlet SD Jombang Raih 5 Medali di O2SN Jatim 2026, Belum Lolos Nasional
Ini mengajarkan, ukuran hijrah bukan sekadar perubahan pakaian, penampilan, atau lingkungan. Hijrah sejati ketika seseorang meninggalkan: Syirik menuju tauhid.
Dusta menuju kejujuran. Ghibah atau menggunjing menuju menjaga lisan. Riba menuju transaksi halal. Maksiat menuju tobat. Riya alias pamer menuju ikhlas.
Hijrah perjalanan hati yang terus berlangsung hingga ajal menjemput. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz