Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Disperta Jombang Data Dampak Hujan, Tanaman Tembakau Terancam Mati akibat Genangan

Achmad RW • Minggu, 28 Juni 2026 | 07:40 WIB
MERUGI: Petani tembakau di Dusun Sidokaton, Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu, Jombang menunjukkan tanaman yang mati Kamis (25/6) pagi. (Achmad RW/Radar Jombang)
MERUGI: Petani tembakau di Dusun Sidokaton, Desa Sidokaton, Kecamatan Kudu, Jombang menunjukkan tanaman yang mati Kamis (25/6) pagi. (Achmad RW/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Dinas Pertanian (Disperta) Jombang hingga kini masih melakukan pendataan untuk mengetahui luas lahan dan tingkat kerusakan tanaman yang terdampak.

Kepala Disperta Jombang M. Rony melalui Kabid Perlindungan, Pascapanen, dan Pemasaran Hasil Pertanian Akhmad Jani Masyhudi mengatakan, pihaknya telah memantau perkembangan kondisi di lapangan sejak beberapa hari terakhir.

”Sekarang masih didata. Memang sejak kemarin kami pantau. Tadi malam hujan deras, lalu pagi ada informasi ada genangan,” katanya.

Sejumlah petani berupaya menyelamatkan tanaman dengan menguras genangan air menggunakan pompa berbahan bakar diesel.

Baca Juga: 9 Hektare Tembakau di Jombang Mati Terendam, Petani Terpaksa Tanam Ulang

Selain melakukan pemantauan, Disperta juga tengah menyiapkan surat kewaspadaan yang akan disampaikan kepada petani di seluruh wilayah Jombang.

Langkah itu dilakukan menyusul kondisi cuaca yang dinilai tidak menentu.

Meski saat ini sudah memasuki musim kemarau, potensi banjir maupun kekeringan masih dapat terjadi akibat anomali cuaca.

”Kami sekaligus mempersiapkan surat kewaspadaan ke seluruh petani di Jombang. Karena sekarang kondisi anomali cuaca. Potensi kekeringan ada, potensi banjir juga ada, padahal musim kemarau,” imbuhnya.

Genangan berpotensi menyebabkan tanaman tembakau mati. Namun hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kerusakan maupun kematian tanaman yang masuk ke Disperta.

”Potensinya ada, cuma sementara belum ada laporan masuk ke kami. Pendataan masih dilakukan,” ujarnya.

Tanaman tembakau masih berpeluang selamat ketika petani membuat saluran pembuangan air atau gulutan serta segera menguras genangan.

Sebaliknya, jika lahan tergenang lebih dari empat hari tanpa penanganan, tanaman berisiko layu dan mati.

”Ketika petani membuat got atau gulutan, prediksi kami tanaman akan aman. Atau kedua dikuras, relatif aman. Ketika tidak ada gulutan dan tidak dikuras, tergenang empat hari alamat tanaman layu dan mati,” ujarnya.

Baca Juga: Sedekah Desa Karangwinongan Jombang, Gelar Potensi Desa Angkat Budaya Leluhur

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang Lasiman membenarkan adanya genangan yang merendam sejumlah lahan tembakau setelah beberapa hari terakhir diguyur hujan.

Sebagian besar tanaman yang terdampak masih berusia muda, yakni sekitar satu hingga dua minggu setelah tanam.

”Rata-rata masih berusia muda, satu sampai dua minggu. Belum sampai besar yang terdampak,” ujarnya.

Luas tanam tembakau di Jombang pada musim tanam tahun ini mencapai sekitar 5.600 hektare. Sebagian besar proses tanam telah selesai dilakukan.

Namun dampak hujan dan banjir membuat sebagian petani berpotensi kembali melakukan penanaman ulang pada lahan yang mengalami kerusakan.

”Kurang lebih 5.600 hektare. Musim tanam tahun ini hampir selesai dan ada dampak hujan. Artinya seluruh wilayah sudah tanam, cuma kena dampak banjir ini ada yang tanam lagi,” katanya. (fid/ang)

Editor : Ainul Hafidz
#Tembakau #banjir #Jombang #mati #disperta jombang