JombangBanget.id - H Nasrul Ghoffar dari Pondok Pesantren Sunan Ampel Denanyar, Jombang menjelaskan empat perampasan yang pasti kita alami.
’’Pertama, nyawa kita akan dirampas oleh malaikat maut,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (24/6).
Setiap manusia pasti akan mengalami kematian.
Tidak ada seorang pun yang mampu lari darinya. Allah Ta'ala berfirman: Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya, maka sungguh ia pasti akan menemui kalian (QS Al-Jumu'ah 8).
Allah juga berfirman; Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati (QS Ali Imran 185).
Baca Juga: Kebakaran Hebat di MIN 2 Jombang, Empat Ruangan Hangus Terbakar
Dikisahkan Khalifah Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah memanggil seorang ulama setelah menjadi khalifah.
Ia berkata: ’’Aku telah mendapatkan kekuasaan yang sangat besar, maka nasihatilah aku.’’
Ulama itu berkata: ’’Wahai Amirul Mukminin, ingatlah ayahmu telah mati, kakekmu telah mati, dan engkau pun akan mati.’’
Mendengar itu Umar menangis hingga basah janggutnya. Sungguh, kematian perampasan pertama yang tidak dapat ditawar.
Kedua, harta kita akan Dirampas oleh ahli waris. Banyak orang bekerja siang malam mengumpulkan kekayaan. Namun ketika ajal datang, seluruh harta itu berpindah tangan.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Anak Adam berkata: hartaku, hartaku.
Padahal hartamu hanyalah yang engkau makan lalu habis, yang engkau pakai lalu usang, dan yang engkau sedekahkan lalu kekal pahalanya.
Mayit diikuti oleh tiga perkara: keluarganya, hartanya, dan amalnya.
Dua kembali pulang dan satu tetap bersamanya. Yang kembali keluarga dan hartanya, sedangkan yang tinggal amalnya.
Alkisah, seorang saudagar kaya raya meninggal dunia. Ketika jenazahnya belum dimakamkan, ahli warisnya sudah mulai membicarakan pembagian rumah, sawah, kendaraan, dan emas yang ditinggalkannya.
Ketiga, jasad kita akan dirampas oleh tanah dan ulat. Tubuh yang setiap hari kita rawat, kita hias, dan kita banggakan akhirnya akan kembali menjadi tanah.
Allah berfirman: Dari tanah Kami menciptakan kalian, ke dalamnya Kami mengembalikan kalian, dan darinya Kami akan mengeluarkan kalian sekali lagi (QS Thaha 55).
Ketika Khalifah Harun Ar-Rasyid melihat sebuah kuburan, ia bertanya kepada seorang ulama: ’’Di manakah para raja sebelum kita?’’
Ulama itu menjawab: ’’Jasad mereka telah menjadi tanah, sementara amal mereka masih berbicara.’’
Jawaban itu membuat Harun Ar-Rasyid menangis. Tubuh yang gagah, cantik, dan kuat pada akhirnya akan kalah oleh segenggam tanah.
Keempat, pahala kita akan dirampas oleh orang-orang yang kita zalimi. Inilah perampasan yang paling mengerikan.
Rasulullah bertanya: ’’Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?’’
Para sahabat menjawab: ’’Orang yang tidak memiliki dirham dan harta.’’
Baca Juga: Tradisi Malam Satu Suro di Balongbesuk Jombang, Warga Arak Tumpeng dan Hasil Bumi
Beliau bersabda: Orang bangkrut dari umatku yang datang pada hari kiamat membawa pahala salat, puasa dan zakat, tetapi dahulu ia mencaci, menuduh, memakan harta, dan menzhalimi orang lain.
Maka diberikanlah pahalanya kepada orang-orang yang dizaliminya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz