Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Buntut Pemadaman Listrik Bergilir di Jombang, Pengusaha Kue Terpaksa Kurangi Produksi

Azmy endiyana Zuhri • Kamis, 25 Juni 2026 | 06:47 WIB
BERHARAP LISTRIK TIDAK PADAM: Produsen kue menggunakan oven  di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, (23/6). (Azmy Endiyana/Radar Jombang)
BERHARAP LISTRIK TIDAK PADAM: Produsen kue menggunakan oven di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, (23/6). (Azmy Endiyana/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dikeluhkan para pelaku usaha di Kabupaten Jombang.

Salah satunya dirasakan Aldila Ryzki Aulia, pengusaha kue asal Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, yang mengaku usahanya terdampak cukup signifikan akibat seringnya aliran listrik terputus.

’’Kalau adonan sudah siap dan listrik mendadak padam, proses pengovenan tidak bisa dilakukan. Akhirnya adonan rusak dan tidak bisa digunakan,’’ katanya, (23/6).

Hampir seluruh peralatan produksi di dapurnya bergantung pada pasokan listrik. Mulai dari oven hingga freezer.

Baca Juga: Student Journalism Jombang: Tampil O2SN Provinsi

Akibatnya, ketika listrik padam secara tiba-tiba, proses produksi menjadi terganggu dan berpotensi menimbulkan kerugian.

Tak hanya itu, stok kue basah yang biasa disimpan di dalam freezer juga terancam rusak apabila pemadaman berlangsung dalam waktu lama.

Kondisi tersebut membuat biaya produksi meningkat karena bahan baku yang telah diolah tidak dapat dijual.

’’Pemadaman listrik bergilir sangat merugikan pelaku usaha kecil yang mengandalkan peralatan elektronik untuk menjaga kualitas produk,’’ ucapnya.

Karena itu, ia berharap ada kepastian informasi dari pihak terkait agar pelaku usaha dapat melakukan antisipasi sebelum listrik dipadamkan.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga Jombang yang mengaku aktivitas mereka terganggu akibat pemadaman berulang dalam beberapa hari terakhir.

Untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar, Aldila terpaksa mengurangi jumlah produksi kue.

Saat ini ia lebih memilih memproduksi makanan yang tidak terlalu bergantung pada penggunaan listrik dalam proses pembuatannya.

’’Sekarang produksi saya kurangi. Takut kalau listrik tiba-tiba padam lagi. Untuk sementara lebih banyak membuat gorengan seperti kroket dan tahu ranjau karena prosesnya tidak terlalu bergantung pada listrik,’’ urainya. (yan/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#UMKM #listrik #Jombang #PLN #pemadaman listrik