Akibatnya, arus kendaraan di beberapa persimpangan menjadi semrawut lantaran pengendara saling berebut melintas.
Pantauan di simpang empat Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo menunjukkan kondisi lalu lintas tidak teratur.
Lampu pengatur lalu lintas yang mati membuat kendaraan dari berbagai arah saling menyerobot untuk melintas. Kondisi tersebut cukup membahayakan dan berpotensi memicu kecelakaan.
Baca Juga: Pemkab Jombang Ajukan 360 Formasi CPNS dan PPPK 2026, Masih Tunggu Persetujuan KemenPAN-RB
”Sejak listrik mati, traffic light juga ikut mati. Sudah sejak pagi tadi. Kendaraan jadi saling serobot karena tidak ada lampu pengatur,” ujar Jahuar, warga sekitar.
Menurut dia, beruntung hingga siang hari belum terjadi kecelakaan meski situasi lalu lintas cukup rawan. Selain itu, arus kendaraan juga tidak terlalu padat karena bertepatan dengan hari libur sekolah.
”Untungnya tidak ada kecelakaan. Kalau hari efektif sekolah, mungkin kondisinya lebih padat lagi," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Yohan Kartika membenarkan adanya sejumlah traffic light yang tidak berfungsi akibat pemadaman listrik oleh PLN.
”Iya, ada beberapa traffic light di wilayah perkotaan yang mati karena terdampak pemadaman listrik PLN. Pemadaman terjadi sejak sekitar pukul 09.00," katanya saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jombang Irham Maulana menjelaskan, pemadaman dilakukan sebagai bagian dari manajemen beban akibat adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai.
PLN mengumumkan manajemen beban terbatas dilakukan pada Jumat (19/6) mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di sejumlah wilayah, di antaranya Dusun Karangkletak, Dusun Cangkringrandu.
Desa Jabon sebagian, Desa Diwek, Desa Kwaron, Desa Cukir, Desa Jatirejo, Desa Kayangan, Desa Puton, serta sejumlah kawasan permukiman, industri, fasilitas pendidikan, rumah sakit, dan pondok pesantren di sekitarnya.
Baca Juga: Panen Kedua di Kesamben Jombang, Harga Gabah Tembus Rp 7.300 per Kilogram
Selain itu, PLN juga melakukan manajemen beban tahap berikutnya mulai pukul 09.35 hingga 13.00 WIB yang mencakup wilayah Desa Balonggemek, Desa Tembelang, Desa Pesantren, Desa Tampingmojo.
Desa Mojokrapak, Desa Tambakrejo, Desa Candimulyo, serta sejumlah kawasan perumahan, industri, dan fasilitas layanan publik lainnya.
”Langkah ini dilakukan untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan,” jelas Irham dalam keterangan resminya. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz