JombangBanget.id – Petani di Dusun Ingaskerep, Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, Jombang mulai memasuki masa panen padi musim tanam kedua tahun ini.
Meski kerap dihantui ancaman genangan air, harga gabah yang masih bertahan di atas Rp 7.000 per kilogram menjadi kabar baik bagi petani.
”Ini panen kedua, alhamdulillah harga gabah bagus, milik saya dihargai Rp 7.300 per kilogram dari sawah,” terang Robi, petani setempat.
Menurutnya, harga tersebut sudah termasuk tinggi, meski petani masih harus mengeluarkan biaya tambahan untuk proses panen menggunakan mesin combine harvester.
Baca Juga: Tak Daftar Ulang Hari Ini, Kursi SPMB SMP di Jombang Otomatis Dialihkan ke Jalur Domisili
”Belum termasuk biaya mesin panen. Sewanya sekitar Rp 300 ribu per banon 100 (atau sekitar 1.400 meter persegi),” tuturnya.
Sejak sekitar setahun terakhir, petani di wilayahnya mampu melakukan tanam padi hingga tiga kali tanam padi.
Panen yang berlangsung saat ini merupakan panen kedua dan setelahnya lahan kembali ditanami padi.
”Sekarang ini panen kedua. Setelah ini ditanami padi lagi,” tuturnya.
Secara umum, kondisi tanaman padi di wilayahnya bagus. Meski sebagian tanaman roboh, harga jual tetap tinggi.
”Sebagian ada yang roboh, mungkin karena dampak genangan, bisa juga faktor pemupukan,” singkatnya.
Petani lainnya, Sutrisno, mengungkapkan panen padi di wilayah Kedungmlati berlangsung tidak serentak.
Salah satunya dipengaruhi kondisi lahan yang berbeda. Terutama sawah yang berada dekat aliran sungai dan kerap terdampak banjir.
”Yang dekat sungai sudah tiga kali tanam, tapi belum panen,” sambung Sutrisno.
Baca Juga: ESI Jombang Target Juara Nasional, Tiga Tim Melaju ke Kapolda Jatim Esports 2026
Sawah yang saat ini dipanen umumnya berada di area yang tidak terdampak banjir sehingga pertumbuhan tanaman lebih baik.
Petani juga optimistis masih bisa kembali menanam padi setelah panen kali ini karena ketersediaan air diperkirakan masih mencukupi.
”Yang panen sekarang rata-rata sawahnya aman, tidak kebanjiran. Setelah ini ditanami padi lagi. Kemungkinan air masih mencukupi karena sudah banyak yang membuat persemaian padi,” katanya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz