JombangBanget.id – Kerusakan jalan nasional di Kecamatan Peterongan, Jombang tepatnya di sekitar flyover Peterongan, dikeluhkan warga.
Jalan yang menjadi akses menuju Jalan KH Romli Tamim itu mengalami ambles dan berlubang.
Karena membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor, warga menandai kerusakan dengan potongan bambu.
’’Sudah sekitar tiga bulan terakhir rusak. Awalnya seperti ambles, lalu lama-lama aspalnya ambrol,’’ kata Ridwan, warga setempat sekaligus sukarelawan pengatur lalu lintas.
Baca Juga: Usai Raih Penghargaan Dunia, Kaligrafer Asal Jombang Ini Aktif Wariskan Ilmu Kaligrafi
Titik kerusakan ditandai warga dengan potongan bambu yang ditancapkan di tengah lubang.
Bagian yang rusak juga ditutup menggunakan bongkaran aspal sebagai penanda agar mudah terlihat pengguna jalan yang melintas.
Kerusakan jalan itu sudah terjadi sekitar tiga bulan terakhir.
Kondisinya semakin parah karena lubang terus melebar setelah badan jalan mengalami ambles.
Di bawah badan jalan terdapat saluran air. Saat lapisan aspal ambrol, bagian bawah jalan terlihat berlubang dan tampak adanya aliran air di dalamnya.
’’Di bawahnya itu ada salurannya, jadi kelihatan ada air,’’ imbuhnya.
Karena khawatir membahayakan pengguna jalan, warga berinisiatif memasang potongan bambu sebagai tanda peringatan.
Apalagi ruas itu merupakan jalur yang ramai dan menjadi akses penting bagi masyarakat.
’’Jalan ini ramai makanya kami kasih tanda. Apalagi banyak sepeda motor yang melintas,’’ ucap Ridwan.
Selain menjadi jalur penghubung menuju Jalan KH Romli Tamim, ruas itu juga banyak dilalui warga yang menuju pondok pesantren, pasar, maupun sekolah di sekitar kawasan Peterongan.
Baca Juga: Profil Zainal Mujib, Guru MAN 4 Jombang yang Menjadi Kaligrafer Internasional
’’Kita berharap, kerusakan jalan segera mendapat penanganan dari pihak berwenang sebelum menimbulkan lebih banyak kecelakaan,’’ ungkapnya.
Bagi warga, yang terpenting perbaikan segera dilakukan tanpa mempersoalkan status kewenangan jalan.
”Harapannya segera diperbaiki. Entah ini jalannya kabupaten atau siapa, yang dibutuhkan diperbaiki,’’ katanya.
Sementara itu, Pembuat Komitmen (PPK) 4.2 Jawa Timur pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, Siti Sekar Gondo Arum, mengaku sudah menerima informasi terkait kerusakan itu.
’’Akan kami cek dahulu kerusakan jalannya seperti apa,’’ ujarnya singkat saat dikonfirmasi. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz