JombangBanget.id - Pemadaman listrik yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jombang sepekan terakhir memicu keluhan warga.
Bukan hanya karena frekuensinya yang kerap, tetapi juga karena berlangsung tanpa pemberitahuan, sehingga mengganggu aktivitas harian hingga usaha warga.
Puji Widodo, 30, warga Desa Mlaras, Kecamatan Sumobito, mengaku listrik di wilayahnya padam dua kali dalam waktu kurang dari satu hari. Pemadaman pertama terjadi Kamis dini hari (18/6) sekitar pukul 00.40.
Listrik sempat menyala, namun kembali padam siang harinya sekitar pukul 13.46.
Baca Juga: Jemaah Haji Jombang Dapat Bantuan Rp 20 Juta dari UEA, Berikut Kriterianya
”Tidak ada pemberitahuan. Kalau padam tidak ada pemberitahuan. Tapi kalau telat bayar listrik langsung dikirimi surat pemberitahuan,” keluhnya.
Menurut Puji, pemadaman mendadak belakangan ini cukup sering terjadi. Kondisi serupa juga dirasakan warga di wilayah lain.
”Di Ceweng infonya tadi malam juga padam. Banyak pengguna jalan juga mengeluh karena gelap,” bebernya.
Keluhan juga disampaikan Wawan, 40, warga Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak. Ia menyebut listrik di wilayahnya padam sejak sekitar pukul 13.15 dan belum kunjung menyala dalam beberapa waktu.
”Tidak ada pemberitahuan di akun resmi Instagram. Terakhir update pemberitahuan dua hari lalu,” ujarnya.
Ia menilai pemadaman tanpa kepastian waktu sangat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk pelaku usaha. Bahkan, operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut terdampak.
Hal senada diungkapkan Purnama Hadi, 32, warga Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang. Ia mengaku listrik padam mendadak pada Selasa (17/6) sekitar pukul 16.00 hingga pukul 20.00 tanpa informasi sebelumnya.
”Tidak ada pemberitahuan, tiba-tiba padam sampai malam,” katanya.
Warga berharap PLN lebih terbuka dalam memberikan informasi, terutama terkait jadwal pemadaman. Dengan begitu, masyarakat bisa melakukan antisipasi dan menyesuaikan aktivitas.
”Harusnya ada pemberitahuan,’’ pungkasnya.
Baca Juga: Praperadilan Tersangka Kredit Fiktif di Jombang Ditolak, Hakim Nyatakan Penahanan Sah
Dikonfirmasi terpisah, Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jombang Irham Maulana menjelaskan, pemadaman terjadi karena adanya pekerjaan pemeliharaan dan penggantian komponen di gardu induk.
”Misalnya di wilayah Ceweng, Diwek, semalam ada komponen rumah pembatas di gardu yang perlu diganti. Untuk proses penggantian itu, suplai listrik harus dipadamkan sementara,” jelasnya.
Selain itu, pemadaman di wilayah Gadingmangu, Kecamatan Perak, disebabkan pekerjaan peningkatan kapasitas transformator (uprating trafo).
”Untuk daerah Gadingmangu dan Perak siang tadi memang ada kegiatan uprating kapasitas trafo di satu lokasi. Untuk kegiatan tersebut perlu dilakukan penghentian sementara suplai listrik dari gardu,” terangnya.
PLN memastikan pekerjaan tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz