JombangBanget.id – Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Jombang mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Setelah sempat bertahan di angka Rp 105 ribu per kilogram sebelum Idul Adha, kini harga daging sapi naik menjadi Rp 120 ribu per kilogram.
Kenaikan harga berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat.
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Ngoro, Subagyo, mengatakan kenaikan harga mulai dirasakan setelah Hari Raya Idul Adha.
Baca Juga: Sudah Tiga Tahun Menunggu, Pecah Sertifikat Lahan Proyek Pariterong Jombang Belum Juga Terbit
Menurutnya, mahalnya harga jual sapi di tingkat peternak menjadi pemicu utama naiknya harga daging di pasaran.
”Kenaikan daging ini karena harga sapi mahal. Di tingkat petani atau peternak sudah tinggi harganya," ujarnya, Kamis (18/6).
Subagyo mengaku sering menerima keluhan dari pelanggan saat harga daging mengalami kenaikan.
”Pembeli sering protes karena harga naik. Tapi kami juga membeli dengan harga yang sudah tinggi. Harga sapi dan karkas memang sedang naik,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut cukup memberatkan para pedagang. Selain harus menjelaskan kepada pembeli, daya beli masyarakat juga mulai terpengaruh akibat kenaikan harga yang terjadi.
”Kalau harga terus naik seperti ini tentu berat. Apalagi kenaikannya sudah berlangsung lama,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang, Anjik Eko Saputro, membenarkan adanya kenaikan harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional.
Pihaknya setiap hari melakukan pemantauan harga berbagai komoditas yang diperjualbelikan di pasar sebagai upaya mengendalikan inflasi daerah.
Baca Juga: Dinas PUPR Jombang Siapkan Ribuan Ton Material Aspal, Perbaikan 74 Ruas Jalan Kabupaten Dipercepat
”Setiap hari harga komoditas yang dijual di pasar selalu kami pantau. Memang ada kenaikan harga daging sapi,” katanya.
Meski demikian, Anjik menilai kenaikan harga yang terjadi di Jombang masih relatif terkendali jika dibandingkan dengan sejumlah daerah lain.
”Kalau dibandingkan dengan beberapa daerah lain, kenaikan di Jombang masih belum terlalu tinggi,” pungkasnya.(yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz