JombangBanget.id - Kabar duka menyertai proses pemulangan jemaah haji asal Kabupaten Jombang.
Menjelang kepulangan ke tanah air, satu jemaah kembali dilaporkan meninggal dunia di Arab Saudi.
Jemaah tersebut bernama Sukipan, warga Desa Tanjunggunung, Kecamatan Peterongan, yang tergabung dalam Kloter 61. Almarhum meninggal dunia diduga akibat serangan stroke.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang Ilham Rohim membenarkan kabar tersebut.
Baca Juga: 535 Jemaah Haji Kloter 60 dan 61 Tiba di Jombang, Tangis Haru Pecah di Pendopo
”Informasi yang kami terima, almarhum mengalami serangan stroke dan meninggal dunia sekitar pukul 01.00 waktu Arab Saudi,” ujarnya, Rabu(17/6).
Dengan tambahan itu, total jemaah haji asal Jombang yang wafat selama penyelenggaraan ibadah haji 2026 menjadi empat orang.
Sebelumnya, Hj Rubiansih binti Sumorejo, warga Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Kloter 61, meninggal dunia di Makkah.
Kemudian Hj Mauduah binti Sa’i, 58, warga Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto, Kloter 63, wafat di Saudi National Hospital (SNH) Makkah pada 9 Juni 2026 setelah menjalani perawatan akibat meningitis dan pneumonia.
Jemaah lainnya, Suyono, 57, anggota Kloter 62, meninggal di rumah sakit pada 9 Mei 2026 pukul 08.57 waktu Arab Saudi akibat syok kardiogenik.
Ilham memastikan seluruh jemaah yang meninggal dunia berhak mendapatkan santunan asuransi.
”Seluruh jemaah yang meninggal dunia berhak mendapatkan santunan asuransi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah haji Jombang masih terus berlangsung.
Dua kloter terakhir, yakni Kloter 62 dan 63, dijadwalkan tiba di Jombang pada Kamis (18/6).
”Hingga laporan terakhir yang kami terima, kondisi jemaah pada dua kloter tersebut dalam keadaan baik dan tidak ada yang tertinggal di Arab Saudi karena sakit maupun alasan lainnya,” pungkas Ilham. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz