Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kisdam Dam Karet Jatimlerek Jombang Rampung, Suplai Air Irigasi ke Sawah Kembali Normal

Ainul Hafidz • Kamis, 18 Juni 2026 | 06:17 WIB
DITANGANI DARURAT: Kisdam dari jumbo bag menutup pintu enam Dam Karet Jatimlerek, Jombang yang bocor. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
DITANGANI DARURAT: Kisdam dari jumbo bag menutup pintu enam Dam Karet Jatimlerek, Jombang yang bocor. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Penanganan darurat kerusakan pintu nomor enam Dam Karet Jatimlerek di Kecamatan Plandaan, Jombang telah rampung.

Air Sungai Brantas kini kembali masuk ke intake (saluran pembagi) dan mulai dialirkan ke jaringan irigasi di wilayah utara Brantas yang sempat terganggu hampir dua pekan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Imam Bustomi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengatakan, pemasangan kisdam sebagai penanganan darurat sudah selesai dan berfungsi.

Uji coba pengaliran dilakukan pada Senin (15/6) malam. Hasilnya, air mulai masuk ke intake keesokan paginya.

Baca Juga: Sawah Terancam Kering, Ratusan Petani Utara Brantas Geruduk Pengelola Dam Karet Jatimlerek Jombang

”Senin malam dilakukan uji coba. Selasa pagi air sudah mengalir ke intake. Jadi penanganan darurat kerusakan pintu enam Dam Karet Jatimlerek sudah tuntas,” katanya.

Meski aliran sudah kembali, distribusi air ke lahan pertanian belum sepenuhnya merata. Diperlukan waktu untuk mengembalikan kondisi lahan setelah hampir dua minggu tidak teraliri air.

”Air sudah bisa mengalir ke lahan pertanian. Namun memang perlu waktu untuk membasahi seluruh lahan karena hampir dua minggu tidak terlayani akibat suplai air tidak bisa mengalir,” imbuhnya.

Ia berharap hasil penanganan darurat ini dapat bertahan sehingga tidak terjadi gangguan lanjutan pada sistem irigasi di wilayah utara Brantas.

”Mudah-mudahan bisa bertahan sehingga kebutuhan irigasi wilayah utara Brantas tidak terganggu lagi. Yang jelas, untuk saat ini hasil penanganan yang sudah dilakukan bisa berfungsi dengan baik,” ujarnya.

Sultoni menegaskan, Pemkab Jombang berperan dalam koordinasi dan fasilitasi pengaturan distribusi air di lapangan. Sementara kewenangan perbaikan fisik bangunan utama berada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Selain itu, Pemkab juga membantu pengaturan distribusi air karena keterbatasan tenaga juru pengairan di lapangan.

”Kami membantu mengoordinasikan dan memfasilitasi pembagian air serta pengoperasian jaringan irigasi. Untuk rehabilitasi dan perbaikan menjadi kewenangan BBWS Brantas,” katanya. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#dam karet jatimlerek #Dinas PUPR Jombang #irigasi #sawah #Jombang