JombangBanget.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya menyadari kekuatan dari Tuhan memampukan menghadapi segala perkara.
’’Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku,’’ tuturnya mengutip Filipi 4:13.
Dalam kehidupan, kita sering menghadapi berbagai tantangan yang menguji iman dan keteguhan hati kita.
Ada saat-saat ketika keadaan berjalan sesuai harapan, tetapi ada juga masa ketika kita harus menghadapi kesulitan, kegagalan, kekecewaan, atau ketidakpastian.
Pada saat-saat seperti itulah firman Tuhan dalam Filipi 4:13 menjadi penghiburan dan sumber kekuatan bagi setiap orang percaya.
Ketika menulis ayat ini, Rasul Paulus tidak sedang berada dalam situasi yang nyaman.
Ia mengalami banyak penderitaan, penolakan, dan keterbatasan.
Namun, Paulus telah belajar sebuah rahasia penting: Kekuatan sejati tidak berasal dari kemampuan, pengalaman, atau keadaan yang baik, melainkan dari Kristus yang hidup di dalam dirinya.
Karena itu, ia dapat tetap bersyukur saat berkecukupan maupun saat berkekurangan, tetap setia saat keadaan mendukung maupun saat menghadapi kesulitan.
Sering kali kita mengandalkan kekuatan sendiri untuk menghadapi masalah. Namun, ada batas kemampuan manusia.
Ketika kekuatan fisik melemah, pikiran menjadi lelah, dan hati dipenuhi kekhawatiran, Tuhan mengingatkan bahwa kita tidak berjalan sendirian.
Dia hadir untuk menopang, menguatkan, dan memberikan damai sejahtera yang melampaui segala akal.
Kekuatan yang Tuhan berikan bukan selalu berupa jalan keluar yang instan, tetapi kemampuan untuk tetap berdiri teguh, tetap berharap, dan terus melangkah meskipun situasi belum berubah.
Ayat ini mengajarkan bahwa bersama Kristus, kita dapat menghadapi segala keadaan. Bukan karena kita hebat, tetapi karena Tuhan yang bekerja dalam hidup kita.
Baca Juga: Binrohtal: Meneladani Rasulullah Saat Ekonomi Sulit, Takwa dan Istighfar Jadi Kunci Pembuka Rezeki
Ketika kita bersandar kepada-Nya melalui doa, membaca firman, dan hidup dalam ketaatan, Tuhan akan memperbarui kekuatan kita dari hari ke hari.
Apa yang tampak berat akan menjadi lebih ringan karena kita menanggungnya bersama Dia.
Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Dia mengenal setiap air mata, setiap perjuangan, dan setiap doa yang dinaikkan.
Tetaplah berharap kepada-Nya, sebab Tuhan yang sama yang menguatkan Paulus juga sanggup menguatkan kita.
’’Kekuatan dari Tuhan tidak selalu mengubah keadaan seketika, tetapi selalu memberi kemampuan untuk menghadapi keadaan dengan iman yang teguh. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz