Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pemkab Jombang Siapkan Pematangan Lahan Huntap Korban Longsor Wonosalam, Pembangunan Hunian Dijanjikan Tahun Depan

Ainul Hafidz • Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:08 WIB
DIRELOKASI: Warga Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Wonosalam, Jombang terdampak longsor 2024 lalu berada di huntara (hunian sementara). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
DIRELOKASI: Warga Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Wonosalam, Jombang terdampak longsor 2024 lalu berada di huntara (hunian sementara). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Pemkab Jombang mulai mempersiapkan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban longsor di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam.

Tahun ini, pemkab mengalokasikan anggaran sekitar Rp 130 juta untuk pematangan lahan sebagai tahap awal sebelum pembangunan fisik pada 2027.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Dian Kusuma Rahmad Subekti melalui Kepala Bidang Perumahan Wahyu Budi Utomo menjelaskan, kegiatan pada 2026 difokuskan pada penyiapan lahan.

”Untuk tahun ini hanya pematangan lahan. Pelaksanaannya sesuai jadwal yang sudah direncanakan. Jarak (waktu) antara pematangan lahan dan pembangunan fisik huntap 2027 juga tidak terlalu jauh,” katanya.

Baca Juga: 36 Koperasi Merah Putih di Jombang Mulai Beroperasi, Bupati Warsubi Siap Kawal Penuh

Anggaran tersebut digunakan untuk pekerjaan cut and fill, yakni menggali dan menimbun tanah agar lahan siap dibangun. Total luas lahan mencapai sekitar 2.045 meter persegi dan direncanakan menampung 13 unit rumah.

”Anggarannya sekitar Rp 130 juta, untuk lahan 2.045 meter persegi,” ujarnya.

Saat ini, kegiatan masih dalam tahap perencanaan. Perkim sengaja mendekatkan waktu pematangan lahan dengan pembangunan fisik guna mengantisipasi risiko kerusakan lahan.

”Pertimbangannya, kalau cut and fill dilakukan terlalu lama sebelum pembangunan, dikhawatirkan terjadi longsor atau kondisi lain yang memengaruhi lahan. Karena itu pelaksanaannya kami dekatkan dengan pembangunan huntap pada 2027,” imbuhnya.

Selain rumah, pemkab juga merencanakan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di kawasan tersebut. Namun, proyek TPT menjadi kegiatan terpisah dari pematangan lahan tahun ini.

Diketahui, longsor pertama terjadi pada 7 Februari 2024 di Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam. Bencana tersebut merusak belasan rumah dan memaksa sedikitnya 36 jiwa dari 13 kepala keluarga mengungsi karena lokasi dinilai tidak aman.

Sebagai langkah darurat, pemkab membangun hunian sementara (huntara) melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sambil menunggu realisasi huntap.

Baca Juga: UMKM Ramai Malam Hari, Pemdes Tugusumberjo Jombang Usul Koperasi Merah Putih Buka Lebih Lama

Longsor susulan kembali terjadi pada Januari 2025 juga di Desa sambirejo.

Peristiwa itu merusak sejumlah rumah dan menyebabkan dua korban jiwa. Pascakejadian, sekitar 28 kepala keluarga direlokasi ke huntara dan hingga kini masih menunggu pembangunan hunian tetap. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#longsor #huntara #Wonosalam #Jombang #huntap