Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Cegah PHK Massal 1.000 Buruh PT SGS, Disnaker Jombang Minta Perusahaan Tempuh Bipartit

Achmad RW • Jumat, 12 Juni 2026 | 07:29 WIB
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang Isawan Nanang Risdiyanto.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang Isawan Nanang Risdiyanto.

JombangBanget.id - Rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 1.000 karyawan di PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) mendapat respons cepat Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang.

Perusahaan diminta tidak gegabah dan mengedepankan dialog melalui mekanisme bipartite (perundingan antara pekerja dan pengusaha untuk menyelesakan perselisihan dalam hubungan industri).

Langkah itu ditegaskan dalam pemanggilan manajemen PT SGS ke kantor Disnaker, Kamis (11/6).

Dua perwakilan perusahaan hadir sejak pagi dan menjalani klarifikasi tertutup selama sekitar satu jam.

Usai pertemuan, perwakilan perusahaan memilih irit bicara dan langsung meninggalkan lokasi.

Baca Juga: Kasdam V/Brawijaya Sidak Koperasi Merah Putih di Jombang, Minta Harga Jual Lebih Murah dari Pasaran

”Mohon maaf, ada urusan lain,” ujar salah satu perwakilan singkat, Kamis (11/6).

Kepala Disnaker Jombang Isawan Nanang Risdiyanto menjelaskan, pemanggilan dilakukan untuk menindaklanjuti surat rencana PHK yang sebelumnya disampaikan perusahaan.

Dalam forum tersebut, Disnaker menekankan agar PHK menjadi opsi terakhir.

”Harapan kami, PHK tidak dilakukan terburu-buru. Masih ada ruang komunikasi yang bisa ditempuh,” ujarnya.

Hasilnya, manajemen PT SGS disebut sepakat membuka ruang dialog dengan pekerja melalui proses bipartit. Mekanisme ini diharapkan mampu menghadirkan solusi alternatif tanpa harus langsung berujung pada PHK massal.

”Perusahaan siap melakukan bipartit. Dari situ nanti dicari solusi terbaik yang bisa mengakomodasi semua pihak,” imbuhnya.

Disnaker berharap proses komunikasi dengan serikat pekerja bisa segera berjalan. Bahkan, dalam waktu dekat sudah ada titik terang atas persoalan tersebut.

”Hari ini mulai komunikasi dengan serikat. Harapannya minggu depan sudah ada hasil,” tandasnya.

Baca Juga: Pastikan Tepat Sasaran, Pemkab Jombang Datangi Rumah Calon Siswa Sekolah Rakyat

Iswan menegaskan, pemerintah daerah berharap rencana PHK massal ribuan pekerja PT SGS tidak terjadi.

”Kami dari pemerintah daerah sangat tidak ingin PHK massal ini terjadi. Harapanya ada solusi-solusi terbaik agar pekerja PT SGS tetap bisa berkelanjutan. Dan kami juga mempertimbangkan bagaiman invetsasi di PT SGS tetap bisa berlangsung,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) terus berlanjut.

Setelah 341 pekerja dirumahkan, kini perusahaan plywood di Kecamatan Diwek itu berencana memangkas lebih dari 1.000 karyawan.

Rencana tersebut langsung menuai penolakan dari kalangan buruh. Ketua Serikat Buruh Plywood Jombang (SBPJ) Hadi Purnomo menyebut, informasi PHK massal disampaikan manajemen dalam forum pada 5 Juni lalu.

”Jumlahnya lebih dari seribu. Ada yang menyebut 1.300 hingga 1.500 pekerja,” ujarnya, Rabu (10/6).

Selain PHK, manajemen juga disebut akan menghapus status karyawan tetap dan mengalihkan pekerja ke sistem outsourcing.

Kebijakan itu diklaim sebagai program dari pusat. SBPJ menolak tegas langkah tersebut. Menurut Hadi, PHK sepihak dan alih daya akan merugikan pekerja.

”Seluruh karyawan menolak PHK dan perubahan status menjadi outsourcing,” tegasnya.

Saat ini, sekitar 200–300 pekerja telah memberi kuasa kepada serikat untuk memperjuangkan hak mereka. Jika kebijakan tetap dijalankan, buruh mengancam menggelar aksi besar-besaran.

”Kalau dipaksakan, kami akan turun aksi,” tandasnya. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#PT SGS #Disnaker Jombang #Jombang #phk #plywood