JombangBanget.id – Kabar duka kembali datang dari tanah suci.
Seorang jemaah haji asal Kabupaten Jombang yang tergabung dalam kloter 63 wafat di Makkah setelah menjalani perawatan intensif akibat meningitis dan pneumonia.
’’Hj Mauduah binti Sa'i, 58, warga Dusun Plengkung, Desa Sambirejo, Kecamatan Jogoroto meninggal dunia di Saudi National Hospital (SNH) Makkah, Selasa (9/6) pukul 07.05 waktu Arab Saudi,’’ kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jombang, Ilham Rohim.
Dia merupakan satu-satunya jemaah kloter 63 yang tidak ikut bergeser ke Madinah karena harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Baca Juga: Dampak Ketegangan Timur Tengah, Pertemuan Tata Kelola Internet Global ICANN Dialihkan ke Bali
Ilham menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
’’Kami turut berduka atas wafatnya Ibu Hj Mauduah binti Sa'i. Semoga almarhumah husnul khatimah dan seluruh amal ibadahnya diterima Allah Ta’ala,’’ tuturnya.
Jemaah tersebut masuk kategori risiko tinggi (risti) berat. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ia mengalami meningitis dan pneumonia sehingga harus mendapatkan perawatan intensif.
Kondisi kesehatannya mulai menurun sekitar sepekan setelah tiba di Makkah. Saat itu almarhumah dirujuk ke Rumah Sakit King Abdul Aziz dan menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).
’’Sempat ada perbaikan kondisi sehingga dipindahkan ke ruang rawat biasa. Namun setelah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), beliau dipindahkan ke Saudi National Hospital dan kembali dirawat di ICU hingga akhirnya meninggal dunia,’’ jelasnya.
Selama menjalani perawatan, jemaah tidak dapat mengikuti rangkaian puncak ibadah haji di Armuzna. Pelaksanaan hajinya kemudian dibadalkan sesuai ketentuan bagi jamaah yang sakit dan tidak memungkinkan meninggalkan rumah sakit.
Sebelum rombongan bertolak ke Madinah, sejumlah jemaah asal Jombang sempat menjenguknya di rumah sakit.
Dengan wafatnya Hj Mauduah, jumlah jamaah haji asal Jombang yang meninggal dunia selama musim haji 2026 menjadi tiga orang.
Sebelumnya dua jamaah asal Jombang, Hj Rubiansih dan Suyono, juga meninggal dunia di Tanah Suci.
Baca Juga: Desa Plosogenuk Jombang Kembangkan BUMDes, Dorong Ketahanan Pangan dan Peningkatan PADes
Ketiga jemaah yang wafat masing-masing akan mendapatkan asuransi sebesar biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) sekitar Rp 60 juta.
Jumlah jemaah haji asal Jombang yang tercatat sebelumnya sebanyak 1.260 orang. Setelah tiga meninggal dunia di Makkah, jumlahnya kini menjadi 1.257 orang.
Menjelang kepulangan jamaah ke Indonesia, Ilham mengingatkan seluruh jamaah asal Jombang yang saat ini berada di Madinah agar menjaga kesehatan.
’’Saya mengimbau jamaah haji Jombang untuk menjaga kondisi kesehatan, memperbanyak amal saleh sesuai kemampuan, menjaga pola makan dan istirahat yang cukup,’’ sarannya.
Serta memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala agar seluruh rangkaian ibadah dapat diselesaikan dengan baik dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz