JombangBanget.id – Setelah menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna), serta menyelesaikan tawaf ifadah dan sa'i, jemaah haji asal Jombang yang tergabung dalam Kloter SUB 61 kini memanfaatkan waktu di Tanah Suci dengan memperbanyak ibadah sunnah.
Berbagai aktivitas keagamaan dilakukan jemaah untuk mengisi hari-hari menjelang kepulangan ke Indonesia.
Mulai dari umrah sunnah, tawaf sunnah, memperbanyak salat berjamaah di Masjidil Haram, membaca Alqur'an, berdzikir, berdoa, hingga memperbanyak sedekah dan amal kebaikan lainnya.
Ketua Rombongan 1 SUB 61 sekaligus Pembimbing Ibadah Haji (PIH) KBIHU Thoriqul Jannah, Zulfikar Damam Ikhwanto Adhim, menyampaikan meski puncak ibadah haji telah selesai dilaksanakan, kesempatan meningkatkan kualitas ibadah masih terbuka luas bagi para jemaah selama berada di Makkah.
Baca Juga: Truk Gandeng Picu Kecelakaan Maut di Mojowarno Jombang, Diduga Melintas di Jalur Terlarang
”Alhamdulillah seluruh rangkaian utama ibadah haji telah ditunaikan. Sekarang para jemaah memanfaatkan waktu yang tersisa dengan memperbanyak ibadah sunnah sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT," ujarnya.
Menurutnya, salah satu ibadah yang banyak dilakukan jemaah adalah umrah sunnah.
Setelah menyelesaikan haji, sebagian jemaah mengambil miqat kembali untuk melaksanakan umrah sebagai bentuk tambahan amal ibadah selama berada di Tanah Suci.
Selain itu, jemaah juga dianjurkan memperbanyak tawaf sunnah. Ibadah yang hanya bisa dilakukan di Ka'bah tersebut menjadi kesempatan istimewa yang tidak dimiliki umat Islam di tempat lain.
”Tawaf sunnah memiliki keutamaan besar karena dilaksanakan di sekitar Baitullah. Banyak jemaah yang memanfaatkan waktu senggang untuk melakukan tawaf sambil memperbanyak doa dan dzikir," jelasnya.
Tidak hanya itu, salat wajib berjamaah di Masjidil Haram juga terus menjadi prioritas jemaah.
Mereka berupaya menjaga kekhusyukan ibadah dengan memperbanyak salat sunnah, membaca Al-Qur'an, mengikuti kajian keagamaan, serta memperbanyak istighfar dan doa.
Zulfikar menjelaskan, momentum setelah puncak haji merupakan waktu yang tepat bagi jemaah untuk melakukan refleksi diri atas perjalanan spiritual yang telah dilalui selama berada di Tanah Suci.
”Nilai terpenting setelah haji adalah bagaimana menjaga semangat ibadah dan perubahan diri. Jemaah diajak memperbanyak muhasabah, memohon ampunan, serta berdoa agar memperoleh haji yang mabrur," tuturnya.
Baca Juga: Jumbo Bag di Dam Karet Jatimlerek Jombang Baru Terpasang Separo, Irigasi Masih Belum Pulih
Ia juga mengingatkan agar jemaah tetap memperhatikan kondisi kesehatan di tengah tingginya aktivitas ibadah.
Menurutnya, menjaga stamina merupakan bagian penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan baik hingga waktu kepulangan.
”Kami terus mengingatkan jemaah untuk menjaga pola makan, memperbanyak minum air putih, istirahat yang cukup, dan tidak memaksakan diri. Ibadah yang baik adalah ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tetap menjaga kesehatan," pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz