JombangBanget.id - Penanganan darurat kerusakan pintu nomor enam Dam Karet Jatimlerek di Kecamatan Plandaan, Jombang mulai berjalan.
Pemasangan jumbo bag sebagai kisdam (bendungan sementara) sudah dimulai. Namun, progresnya baru mendekati separo. Aliran irigasi pun masih belum pulih.
Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Ploso Dinas PUPR Jombang Wahyudi mengatakan, pekerjaan pemasangan jumbo bag berlangsung sejak sepekan terakhir.
”Sudah dimulai. Hari ini (kemarin) progresnya hampir separo,” katanya, Minggu (7/6).
Baca Juga: Irigasi Macet, Petani Utara Brantas Jombang Gotong Royong Isi Jumbo Bag demi Selamatkan Sawah
Pintu enam Dam Karet Jatimlerek memiliki panjang sekitar 68 meter. Hingga kini, lebih dari 30 meter bagian yang rusak telah tertangani.
”Dari panjang pintu enam itu 68 meter, estimasinya sekarang sudah lebih dari 30 meter yang sudah terkisdam,” imbuhnya.
Pemasangan dilakukan pihak proyek dengan alat berat. Sementara itu, warga di wilayah utara Sungai Brantas dilibatkan untuk mengisi material jumbo bag secara gotong royong.
“Yang memasang dari pihak proyek menggunakan alat berat. Sedangkan pengisian material jumbo bag dilakukan gotong royong oleh masyarakat,” ujarnya.
Meski progres mendekati separo, suplai air irigasi ke Daerah Irigasi (DI) Jatimlerek masih tersendat.
Seluruh pintu dam sementara dibuka untuk mendukung pekerjaan kisdam. Langkah itu dilakukan agar jumbo bag tidak hanyut terbawa arus Sungai Brantas. Setelah pemasangan selesai, pintu bendung akan kembali diatur.
”Pintu dibuka semua untuk pekerjaan kisdam. Kalau tidak dibuka, jumbo bag bisa hanyut terbawa aliran sungai. Setelah pekerjaan selesai, baru pintunya diatur kembali,” tuturnya.
Berdasarkan hasil rapat di Balai Desa Jatimlerek, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari BBWS Brantas menargetkan pekerjaan rampung dalam waktu sekitar dua pekan.
Namun, target itu bergantung pada kondisi debit sungai.
Baca Juga: Belum Ada CCTV, Dishub Jombang Siapkan Tambahan Fasilitas untuk Terminal Barang di Perak
”PPK meminta waktu sekitar 15 hari. Itu bisa selesai dengan catatan kondisi air Sungai Brantas tidak tinggi,” ungkapnya.
Pihaknya berharap pengerjaan bisa dipercepat agar irigasi segera normal.
Salah satunya dengan menambah alat berat untuk mempercepat pengisian material jumbo bag, sehingga tidak sepenuhnya mengandalkan tenaga manual warga.
”Harapannya bisa cepat selesai sehingga irigasi normal lagi. Kalau perlu ada tambahan alat berat dari pihak proyek untuk membantu pengisian material jumbo bag agar pekerjaan lebih cepat,” katanya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz