JombangBanget.id – Kerusakan pintu nomor enam Dam Karet Jatimlerek di Kecamatan Plandaan, Jombang membawa dampak signifikan.
Pasalnya, sekitar 1.816 hektare sawah di wilayah utara Sungai Brantas sangat bergantung suplai irigasi dari bending ini. Petani pun tak tinggal diam.
Mereka bersama warga desa terdampak turun langsung membantu penanganan di lapangan.
Kepala Desa Karangmojo, Kecamatan Plandaan, Suwita, menyebut aliran irigasi hingga kini masih terhenti dampak kerusakan pintu enam Bendung Jatimlerek.
Baca Juga: Belum Ada CCTV, Dishub Jombang Siapkan Tambahan Fasilitas untuk Terminal Barang di Perak
”Irigasinya masih macet. Terkendala karena kerusakan pintu enam dam Karet Jatimlerek,” katanya., Minggu (7/6).
Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi para petani. Pasalnya, saat ini petani sedang memasuki masa tanam. Sedikitnya 180 hektare sawah di enam dusun Desa Karangmojo seluruhnya ditanami padi.
”Semuanya tanam padi. Luasannya sekitar 180 hektare yang tersebar di enam dusun,” imbuhnya.
Ketergantungan pada irigasi Jatimlerek sangat tinggi. Sumber air alternatif seperti sumur bor jumlahnya terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan.
”Sebagian ada yang menggunakan sumur bor, tetapi jarang. Selama ini mengandalkan irigasi Jatimlerek. Desa juga punya program sumur dangkal, satu dusun dua titik. Namun tidak bisa mengatasi persoalan ini,” tuturnya.
Untuk mempercepat penanganan, warga dari desa-desa terdampak dilibatkan dalam pekerjaan lapangan, khususnya mengisi sand bag dan jumbo bag. Mereka menyumbang tenaga secara swadaya setiap hari untuk percepatan pebangunan kisdam di pintu enam.
”Alhamdulillah petani dan masyarakat desa-desa ini swadaya tenaga kerja setiap hari,” ungkapnya.
Awalnya, setiap hari dijadwalkan tiga desa dengan masing-masing mengirim sekitar 10 orang. Namun, kebutuhan tenaga terus meningkat.
”Sudah dijadwal, satu hari tiga desa. Setiap desa sekitar 10 orang. Kemudian dijadwal lagi menjadi 35 orang per desa. Bahkan jumlah itu masih kurang,” jelasnya.
Baca Juga: Uji Coba Terminal Barang Perak Dimulai, Dishub Jombang Hitung Potensi PAD
Karangmojo menjadi salah satu penyumbang tenaga terbesar. Dalam pelaksanaan terakhir, desa tersebut mengerahkan hingga 86 warga.
”Kami dari Karangmojo mengeluarkan 86 orang. Ini menunjukkan herapan besar petani dan masyarakat supaya irigasi bisa lancar lagi,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pintu nomor enam Bendung Karet Jatimlerek mengalami kebocoran parah bersamaan dengan pengerjaan proyek rehabilitasi bendung yang masih berjalan.
Dampaknya, suplai air menuju irigasi petani di wilayah utara Brantas terhenti total. Sedikitnya 1.816 hektare sawah di wilayah utara Sungai Brantas kini terancam mengalami kekeringan.
Petani hanya bisa mengandalkan sumur pompa namun tidak maksimal. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz