Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Hujan Jadi Kendala, Petani Utara Brantas Jombang Baru Tanam 50 Persen Lahan Tembakau

Achmad RW • Minggu, 7 Juni 2026 | 07:35 WIB
TELATEN: Petani menanam tembakau di Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, Jombang, (3/6). (Achmad RW/Radar Jombang)
TELATEN: Petani menanam tembakau di Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, Jombang, (3/6). (Achmad RW/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Hujan yang masih sering turun di Jombang, benar-benar berdampak ke proses penanaman tembakau.

Berdasar data Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jombang, hingga kemarin penanaman tembakau baru mencapai 50 persen.

’’Memang cenderung mundur dari normalnya, namun kalau dibandingkan tahun kemarin, ini sudah sedikit lebih cepat,’’ kata Wakil Ketua APTI Jombang, Tek Diwanto.

Hingga akhir pekan pertama Juni, dari lima kecamatan di utara Sungai Brantas, angka penanaman tembakau sudah masuk angka 50 persen. Sudah separo petani menanam tanaman tembakau di sawahnya.

Baca Juga: Sudah Dua Kali Rapat, Usulan Palang Pintu KA Nglele Jombang Masih Belum Dapat Lampu Hijau

’’Paling banyak di Kecamatan Kudu dan Ngusikan sementara ini,’’ ucapnya.

Sementara kecamatan dengan luasan yang paling sedikit menanam, sampai kemarin masih di Kecamatan Ploso.

’’Di Ploso memang masih sangat kecil, kondisi lahannya belum memungkinkan,’’ tambahnya.

Belum ditanamnya tembakau berkaitan penyiapan lahan yang masih belum maksimal. Hujan yang masih kerap datang, membuat tanah tak bisa benar-benar kering.

’’Dengan tanah yang masih basah, tanaman tembakau tidak bisa tumbuh dengan baik. Banyak petani yang menunggu benar-benar kering tanahnya,’’ ucapnya.

Petani yang sudah mulai menanam tembakau harus melakukan proses perawatan lebih maksimal ditengah cuaca yang tidak menentu. Lahan yang sudah dibuat, harus terus dijaga agar tidak mudah tergenang air.

’’Paling tidak paritnya diperdalam, agar air bisa cepat keluar kalau ada hujan,’’ terangnya.

Proses tanam tembakau di wilayah utara Sungai Brantas Jombang mundur karena hujan masih turun hingga akhir Mei.

Seperti yang terlihat di areal persawahan Jatibanjar, Kecamatan Ploso. Sejumlah bedeng berisi bibit tembakau yang digelar sejak bulan lalu, terlihat belum berpindah. Tanah sawah yang masih basah, membuat petani memilih menunda proses tanam.

Namun, ada beberapa petani yang mulai menanam meski kondisi tanahnya cenderung masih basah.

Baca Juga: Jombang Dapat Jatah Bongkar Ratoon 3.000 Hektare, Disperta Kebut Pendataan Petani Tebu

Salah satunya Ratemo, 55. Dibantu anggota keluarganya, Ratemo mulai menabur pupuk di dalam lubang di tanah yang baru dibuatnya.

’’Tanamnya tahun ini mundur,’’ ucapnya. Hujan yang masih kerap datang jadi kendala utamanya. Lahan yang sudah disiapkan sejak awal Mei, sempat banjir karena hujan.

’’Bahkan hujan terakhir sampai tenggelam tanahnya, padahal sudah diolah. Jadi ya terpaksa menunggu surut,’’ ungkapnya.

Meski lahan belum terlalu kering, dia tetap tanam. Karena kondisi benih yang sudah semakin tinggi dan tua. Benih yang ditanam sudah siap tanam sejak pertengahan Mei.

Namun, karena cuaca yang belum bersahabat, benih itu terpaksa dibantarkan di bedengan. ’’Ini umurnya lebih dari sebulan, padahal biasanya usia 25-30 hari sudah bisa ditanam,’’ ungkapnya. (riz/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#hujan #APTI Jombang #Tembakau #Tanam Tembakau #Jombang