JombangBanget.id – Seluruh jemaah haji asal Jombang yang tergabung dalam Kloter SUB 61 mengikuti kegiatan ziarah dan napak tilas sejarah Islam di Jabal Tsur, Makkah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari edukasi sejarah perjuangan Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sekaligus sarana memperkuat spiritualitas para jemaah selama menunaikan ibadah haji.
Ketua Rombongan 1 SUB 61 sekaligus Pembimbing Ibadah Haji (PIH) KBIHU Thoriqul Jannah, Zulfikar Damam Ikhwanto Adhim, menjelaskan Jabal Tsur memiliki nilai sejarah yang sangat penting dalam perjalanan dakwah Islam.
’’Sebelum hijrah ke Madinah, Rasulullah bersama sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari tiga malam untuk menghindari kejaran kaum Quraisy yang berencana membunuh beliau. Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam,’’ katanya.
Baca Juga: Baru Mau Dinyalakan, Motor Penjual Tahu Tek di Jombang Tiba-Tiba Dilalap Api
Menurut Zulfikar, kunjungan ke Jabal Tsur bukan termasuk rangkaian wajib maupun sunah haji. Namun, lokasi tersebut menjadi salah satu destinasi bersejarah yang banyak dikunjungi jemaah untuk mengenang perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam.
Selama berada di kawasan Jabal Tsur, jemaah dianjurkan memperbanyak zikir, membaca Alquran, berdoa, bertafakur serta mengambil pelajaran dari kisah perjuangan Rasulullah dan para sahabat.
’’Yang utama bukan sekadar mendaki atau melihat guanya, tetapi kita mengambil hikmah dari peristiwa hijrah. Di tempat ini kita belajar tentang kesabaran, tawakal, pengorbanan, dan keyakinan penuh kepada pertolongan Allah Ta’ala,’’ jelasnya.
Zulfikar menambahkan, salah satu pesan penting dari peristiwa Gua Tsur adalah keyakinan Rasulullah ketika menenangkan Abu Bakar yang khawatir terhadap kejaran kaum Quraisy.
Saat itu Rasulullah mengajarkan, pertolongan Allah selalu bersama orang-orang yang beriman dan bertawakal. Peristiwa tersebut bahkan diabadikan dalam Alquran Surat At-Taubah ayat 40.
Selama kegiatan berlangsung, KBIHU Thoriqul Jannah juga menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan jemaah.
Mengingat medan menuju Jabal Tsur cukup menantang dan berbatu, para jemaah diimbau menyesuaikan kemampuan fisik masing-masing serta tidak memaksakan diri.
’’KBIHU Thoriqul Jannah selalu mengedepankan keselamatan dan kesehatan jemaah. Jika kondisi fisik tidak memungkinkan, tidak perlu memaksakan diri. Nilai ibadahnya bukan pada beratnya perjalanan, tetapi pada niat dan pelajaran yang bisa diambil dari sejarah perjuangan Rasulullah,’’ tegasnya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para jemaah tidak hanya memperoleh pengalaman spiritual, tetapi juga semakin memahami makna hijrah sebagai upaya memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, serta meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz