JombangBanget.id - Pengasuh PP Shofwanul Hikmah, Badas, Kecamatan Sumobito, Jombang, KH Moh Roihan Sugondo, menjelaskan keberuntungan sejati.
’’Tanda orang-orang yang beruntung disebutkan di QS Albaqarah 2 sampai 5,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (3/6).
Pertama, tidak ragu dengan Alquran. Sekiranya Alquran dari selain Allah, niscaya mereka akan mendapati banyak pertentangan di dalamnya.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya kitab Allah adalah tali Allah yang kokoh.
Baca Juga: Raperda Miras Jombang Segera Dibahas, DPRD Siapkan Regulasi Lebih Rinci dan Ketat
Abdullah bin Mas'ud berkata: Siapa menginginkan ilmu, hendaklah ia mentadabburi Alquran karena di dalamnya terdapat ilmu orang-orang terdahulu dan orang-orang kemudian.
Masuk Islamnya Umar bin Khattab menjadi bukti kekuatan Alquran.
Ketika mendengar awal Surah Thaha, hatinya yang keras menjadi luluh dan akhirnya memeluk Islam.
Kedua, bertakwa. ’’Orang bertakwa itu hati-hati dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya,’’ terangnya.
Ibnu Abbas berkata: Orang bertakwa adalah mereka yang takut terhadap azab Allah dan berharap rahmat-Nya.
Allah Ta’ala berfirman: Sesungguhnya Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang bertakwa (QS Al-Ma'idah 27).
Ketiga, beriman kepada yang gaib meliputi Allah, malaikat, surga, neraka, hari kiamat, alam barzakh, dan seluruh perkara yang diberitakan wahyu.
Ketika peristiwa Isra Mikraj diberitakan, banyak orang murtad karena tidak percaya.
Namun Abu Bakar Ash-Shiddiq langsung berkata: ’’Jika Muhammad yang mengatakannya, maka pasti benar.’’ Karena sikap itu beliau mendapat gelar Ash-Shiddiq.
Baca Juga: Gus Sentot Acungi Jempol Kejuaraan Minitrail Jombang, 200 Pembalap Cilik Ambil Bagian
Kelima, mendirikan salat. Bukan sekadar mengerjakan salat, tetapi menegakkannya dengan syarat, rukun, kekhusyukan, dan adab-adabnya.
Sa'id bin Al-Musayyib berkata: Selama 40 tahun aku tidak pernah mendengar azan kecuali aku sudah berada di masjid.
Orang yang istiqamah salat berjamaah akan diberi lima hal. Bebas dari kesempitan rezeki. Bebas siksa kubur.
Menerima catatan amal tangan kanan. Melewati sirot secepat kilat. Serta masuk surga tanpa hisab.
Keenam, gemar berinfak dari rezeki yang diberikan Allah Ta’ala.
Allah tidak mengatakan "dari seluruh rezeki", tetapi "sebagian". Ini menunjukkan Islam agama yang seimbang.
Infak mencakup zakat, sedekah, membantu keluarga, dan segala bentuk kebaikan.
Apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya (QS Saba' 39).
Nabi bersabda; Sedekah tidak akan mengurangi harta. Bahkan akan membuat harta bertambah dan bertambah.
Sufyan Ats-Tsauri berkata: Tidaklah aku melihat sesuatu yang lebih cepat mendatangkan keberkahan daripada sedekah.
Ketujuh, beriman kepada semua wahyu Allah Ta’ala. Seorang muslim wajib mengimani seluruh nabi dan kitab yang diturunkan Allah, meskipun syariat yang berlaku sekarang syariat Nabi Muhammad.
Baca Juga: Dana Cukai Turun 46 Persen, BLT DBHCHT Petani Tembakau Jombang Ikut Menyusut
Kedelapan, yakin kepada Akhirat. Keyakinan terhadap akhirat membuat seseorang ringan beribadah dan takut berbuat dosa.
Allah Ta’ala berfirman: Barang siapa berharap perjumpaan dengan Tuhannya, hendaklah ia beramal saleh (QS Al-Kahfi 110).
Rasulullah bersabda: Orang cerdas melawan nafsunya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.
Rabi' bin Khutsaim sering menggali liang kubur di rumahnya.
Ketika hatinya mulai lalai, ia masuk ke dalam liang itu lalu membaca: ’’Ya Tuhanku, kembalikanlah aku agar aku dapat beramal saleh.’’
Setelah itu ia keluar dan berkata: ’’Sekarang engkau telah dikembalikan, maka beramallah.’’ (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz