JombangBanget.id - Katib Syuriyah PBNU sekaligus Pengasuh PP Al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH Abdul Latif, menjelaskan amalan berpahala haji.
’’Pertama, salat Jumat berpahala seperti haji,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (29/5).
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Salat Jumat adalah haji orang-orang miskin.
Sa'id bin Al-Musayyib selama puluhan tahun selalu menjaga salat berjamaah dan salat Jumat.
Baca Juga: HUT ke-12 Radar Jombang, Gerakan Jombang Beratap Buah Tuai Apresiasi Bupati Warsubi
Beliau berkata: ’’Tidak pernah azan dikumandangkan selama 40 tahun kecuali aku sudah berada di masjid.’’
Kedua, berjalan ke masjid untuk salat jamaah berpahala seperti haji.
Rasulullah bersabda: Barang siapa keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci menuju salat wajib berjamaah, maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dalam keadaan ihram.
Sahabat yang buta, Abdullah bin Ummi Maktum, tetap datang ke masjid meskipun tidak dapat melihat dan harus menempuh jalan yang sulit.
Ketika beliau meminta keringanan untuk salat di rumah, Rasulullah tetap menganjurkannya menghadiri jamaah selama mampu.
Ketiga, duduk berzikir setelah subuh lalu salat dua rakaat berpahala haji dan umrah sempurna.
Rasulullah bersabda: Barang siapa salat Subuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu salat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah. Rasulullah mengulang tiga kali: Sempurna, sempurna, sempurna.
Hasan Al-Bashri sering duduk di masjid setelah Subuh hingga matahari terbit untuk berzikir dan mengajar murid-muridnya.
Keempat, keluar untuk belajar dan mengajar ilmu berpahala haji sempurna.
Baca Juga: Jumlah Desa Mandiri di Jombang Terus Bertambah, Kini Capai Segini
Rasulullah bersabda: Barang siapa keluar menuju masjidku ini dengan tujuan mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka baginya pahala seperti orang yang berhaji dengan haji yang sempurna.
Imam Ahmad bin Hanbal berkata: Manusia lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman.
Kelima, keluar rumah untuk menolong kesulitan orang lain berpahala seperti haji.
Rasulullah bersabda: Barang siapa keluar dari rumahnya untuk membantu kesulitan orang lain, maka Allah menetapkan baginya pahala haji dan umrah.
Allah Ta’ala berfirman: Tolong-menolonglah kalian dalam kebajikan dan takwa (QS Al-Ma'idah 2).
Hasan Al Bashri pernah mengutus sebagian muridnya untuk membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan.
Beliau mengatakan pada murid-muridnya tersebut, ’’Hampirilah Tsabit Al Banani, bawa dia bersama kalian.’’ Ketika Tsabit didatangi, ia berkata, ’’Maaf, aku sedang i’tikaf.’’
Murid-muridnya lantas kembali mendatangi Al Hasan Al Bashri, lantas mereka mengabarinya.
Kemudian Al Hasan Al Bashri mengatakan, ’’Wahai A’masy, tahukah engkau bahwa bila engkau berjalan menolong saudaramu yang butuh pertolongan itu lebih baik daripada haji setelah haji?’’
Lalu mereka pun kembali pada Tsabit dan berkata seperti itu. Tsabit pun meninggalkan i’tikaf dan mengikuti murid-murid Hasan Al Bashri untuk memberikan pertolongan pada orang lain.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Mojongapit Jombang Mulai Beroperasi, Warga Sudah Bisa Belanja
Rasulullah bersabda; Barangsiapa yang menghilangkan kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia orang mukmin, maka Allah akan menghilangkan kesusahan dari kesusahan-kesusahan hari kiamat.
Barangsiapa yang memberi kemudahan orang yang kesulitan, maka Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat.
Siapa yang menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat.
Siapa saja yang menolong saudaranya, maka Allah akan menolongnya sebagaimana ia menolong saudaranya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz