JombangBanget.id – Truk besar dan bus pariwisata yang melintas di kawasan Mojoagung, Jombang bakal dialihkan ke Ring Road Mojoagung.
Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Satlantas Polres Jombang mulai menyiapkan pembatasan kendaraan besar di Jalan Veteran yang kini berstatus jalan kabupaten.
Rencana tersebut merupakan hasil rapat koordinasi antara Satlantas Polres Jombang, Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang yang digelar Sabtu (30/5).
Kabid Lalu Lintas Dishub Jombang Yohan Kartika menjelaskan, Jalan Veteran yang membentang dari Desa Gambiran hingga Desa Tanggalrejo telah berubah status menjadi jalan kabupaten sejak 2024. Sejak saat itu, fungsi jalan arteri beralih ke Ring Road Mojoagung.
Baca Juga: 354 Tiang FO di Jalan Kapten Tendean Bakal Dicabut, Pemkab Jombang Terapkan Tiang Bersama
”Karena jalan nasionalnya sekarang sudah ring road, maka kendaraan besar seharusnya lewat ring road. Selama ini memang masih menunggu kejelasan, namun hasil rapat kemarin diputuskan pemerintah kabupaten bersama kepolisian akan menindaklanjuti pengalihan arus tersebut,” katanya.
Sebagai tahap awal, pemerintah akan memasang rambu, banner, serta melakukan sosialisasi kepada para pengemudi mulai awal Juni. Sasaran utama pengalihan adalah truk besar, kendaraan gandeng, trailer, serta bus pariwisata yang tidak memiliki tujuan di kawasan Mojoagung.
”Nanti bertahap. Untuk truk besar yang tidak punya kepentingan ke wilayah Mojoagung akan diarahkan lewat ring road. Sedangkan kendaraan menuju kawasan industri tetap diperbolehkan masuk dengan pengaturan jam operasional,” ujarnya.
Menurut Yohan, pembatasan kendaraan logistik akan diterapkan pada jam-jam sibuk, yakni pukul 06.00–09.00 dan sekitar pukul 15.00–16.00 saat jam pulang sekolah maupun pulang kerja.
”Di luar jam tersebut kendaraan logistik masih diperbolehkan melintas,” lanjutnya.
Selain itu, Dishub juga akan memperbaiki dan mengaktifkan kembali traffic light di kawasan tersebut.
Hasil survei perlengkapan jalan menunjukkan sejumlah fasilitas perlu segera dibenahi untuk mendukung kelancaran pengalihan arus.
”Awal Juni ini mulai pemasangan banner dan sosialisasi. Setelah pengemudi terbiasa, baru dilakukan pengaturan lalu lintas dan penindakan,'' tambahnya.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Jombang AKP Anjar Rahmad Putra mengatakan, masih banyaknya truk yang melintas di Jalan Veteran dipengaruhi keberadaan SPBU, warung makan, akses kawasan industri, hingga jalur menuju Mojowarno yang dinilai lebih mudah dijangkau melalui ruas tersebut.
Menurut dia, pembangunan Ring Road Mojoagung sejak awal memang ditujukan untuk mengurangi kemacetan di pusat kota Mojoagung, terutama di sekitar pasar dan kawasan padat kendaraan serta meminimalisir potensi kecelakaan.
Baca Juga: Tambah Jadi Dua Orang, Jemaah Haji Jombang Wafat di Tanah Suci Bertambah
”Hasil pembahasan bersama menunjukkan masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi, seperti rambu penunjuk arah menuju ring road dan pengaktifan traffic light. Itu menjadi perhatian bersama agar fungsi ring road bisa optimal,'' ujarnya.
Sebagai langkah awal, Satlantas telah memasang papan petunjuk sementara bagi truk dan bus pariwisata agar menggunakan jalur ring road. Polisi juga mulai menertibkan kendaraan yang parkir di badan jalan karena berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
”Kami sudah melakukan imbauan kepada pengemudi. Kalau tidak memiliki tujuan ke kawasan industri di Mojoagung maupun Mojowarno, langsung kami arahkan lewat ring road,'' kata Anjar.
Ke depan, Satlantas bersama pemerintah daerah juga akan membahas mekanisme khusus bagi kendaraan yang memang memiliki tujuan ke kawasan industri.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah pemberian tanda atau stiker khusus agar kendaraan yang berhak melintas dapat teridentifikasi.
Setelah seluruh rambu resmi terpasang dan sosialisasi dianggap cukup, kepolisian akan melakukan penindakan terhadap kendaraan besar yang masih melintas di Jalan Veteran tanpa kepentingan khusus.
Langkah itu diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di kawasan Mojoagung. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz