JombangBanget.id - Rois Syuriyah MWCNU Kecamatan Ngoro, Jombang, KH Moh Mahrus, menjelaskan empat hal yang akan dihisab.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat perkara. Umurnya untuk apa dihabiskan, ilmunya bagaimana ia mengamalkan, hartanya dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan, serta tubuhnya untuk apa digunakan,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (25/5).
Pertama, umur, untuk apa dihabiskan?
Umur modal terbesar manusia. Setiap detik yang berlalu tidak akan pernah kembali.
Baca Juga: Tak Mau Angkudes Punah, Kepala Bidang Angkutan Dishub Jombang Ini Siapkan Terobosan Besar
Orang yang sadar umurnya akan dihisab tidak akan mudah menyia-nyiakan waktu untuk maksiat, pertengkaran, atau hal-hal yang tidak bermanfaat.
Abdullah bin Mas'ud radiyallahu anhu berkata: Aku tidak pernah menyesali sesuatu sebagaimana penyesalanku terhadap satu hari yang mataharinya telah terbenam, umurku berkurang, tetapi amalanku tidak bertambah.
Alkisah, Umar bin Abdul Aziz ketika menjadi khalifah hampir tidak memiliki waktu luang. Suatu malam beliau tertidur karena kelelahan.
Ketika dibangunkan untuk urusan kaum muslimin, beliau berkata, ’’Aku telah mengurus urusan mereka pada siang hari. Biarkan aku beristirahat sejenak untuk menghadapi urusan mereka esok hari.’’
Namun setelah terbangun beliau kembali bekerja hingga larut malam. Beliau memahami setiap detik umur amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban.
Kedua, ilmu bagaimana diamalkan?
Ilmu tanpa amal hanya akan menjadi beban pada hari kiamat. Sebaliknya, ilmu yang diamalkan akan menjadi cahaya yang menyelamatkan pemiliknya.
Allah Ta’la berfirman: Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (QS Ash-Shaff 2).
Rasulullah bersabda: Alquran dapat menjadi hujah yang membelamu atau menjadi hujah yang memberatkanmu.
Sayyidina Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhu berkata: Ilmu memanggil amal. Jika amal menjawabnya maka ilmu akan menetap, jika tidak maka ilmu akan pergi.
Baca Juga: Profil Aribawa Tjahjadi, dari Sopir dan Honorer Kini Jabat Kepala Bidang Angkutan Dishub Jombang
Imam Ahmad bin Hanbal meskipun telah menjadi imam besar tetap mengamalkan hadis-hadis yang beliau ketahui.
Ketika mengetahui hadis tentang berbekam dan bersedekah satu dinar, beliau pun mengamalkannya. Hal ini menunjukkan, ilmu yang berkah ilmu yang diamalkan.
Ketiga, harta dari mana diperoleh dan untuk apa digunakan?
Harta adalah ujian. Tidak hanya ditanya berapa jumlahnya, tetapi juga bagaimana cara mendapatkannya dan ke mana dibelanjakannya.
Allah Ta’ala berfirman: Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang segala kenikmatan (QS At-Takatsur 8).
Rasulullah bersabda: Setiap daging yang tumbuh dari barang haram maka neraka lebih pantas baginya.
Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah meminum susu yang ternyata berasal dari sumber yang meragukan.
Setelah tahu, beliau segera memasukkan jarinya ke mulut hingga memuntahkan seluruh isi perutnya karena khawatir ada makanan syubhat yang masuk ke tubuhnya.
Baca Juga: Pecah Ban, Elf Bawa 22 Penumpang Asal Madura Terguling di Tol Jombang-Mojokerto
Keempat, jasad untuk apa digunakan?
Allah berfirman: Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban (QS Al-Isra' 36).
Allah juga berfirman: Pada hari ini Kami tutup mulut mereka, dan berkatalah kepada Kami tangan mereka serta memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan (QS Yasin: 65). (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz