Salat Idul Adha di Jombang, Bupati Warsubi Ingatkan Bahaya Egoisme

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 07:44 WIB
TELADAN: Bupati Jombang Warsubi menyampaikan sambutan usai mengikuti Salat Idul Adha di Masjid Agung Baitul Mukminin, (27/5). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
TELADAN: Bupati Jombang Warsubi menyampaikan sambutan usai mengikuti Salat Idul Adha di Masjid Agung Baitul Mukminin, (27/5). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Ribuan warga memadati Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang untuk melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah bersama Bupati Jombang Warsubi, Rabu (27/5) pagi.

Momentum Idul Adha dimanfaatkan Pemkab Jombang untuk mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial dan menekan egoisme diri.

Salat Ied berlangsung khidmat. Hadir dalam kesempatan itu jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid, Sekdakab Jombang, kepala OPD, tokoh agama, hingga masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menegaskan makna pengorbanan tidak selalu berbentuk materi. Menurut dia, tantangan terbesar justru menundukkan sifat egois dalam diri manusia.

Baca Juga: Jombang Siap Punya Kawasan Industri Seluas 800 Hektare, Pintu Masuk dari Kabuh

”Sering kali yang paling berat untuk dikorbankan bukan harta benda, melainkan sifat dalam diri kita sendiri, seperti egoisme, merasa paling benar, dan kurang peduli terhadap sesama,’’ ujar Warsubi.

Dia menambahkan, Idul Adha harus menjadi momentum memperhalus hati dan memperkuat empati sosial di tengah kehidupan masyarakat.

”Idul Adha mengajak kita memperhalus hati, memperluas empati, dan memperkuat kesadaran bahwa hidup akan lebih indah ketika diisi dengan kerelaan memberi dan ketulusan berbagi,’’ tambahnya.

Warsubi juga mengajak masyarakat mendoakan para jemaah haji Indonesia agar diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Sementara itu, khotib Salat Ied, Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A., menekankan pentingnya meneladani Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS di tengah tantangan era modern.

Dalam khotbahnya, Prof Ahmad Barizi menyoroti dampak era digital yang dinilai dapat mengikis identitas generasi muda bila tidak dibentengi nilai agama.

”Di era di mana setiap orang bisa menjadi apa saja, banyak yang akhirnya kehilangan jati dirinya dirinya. Kebebasan itu menyebabkan keterasingan dan kecemasan,’’ tuturnya.

Menurut dia, kisah pengorbanan keluarga Nabi Ibrahim relevan untuk menghadapi ’’berhala modern’’ seperti popularitas digital dan materialisme. Makna kurban, lanjut dia, bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga wujud cinta, keikhlasan, dan kepemimpinan dalam kehidupan.

Usai Salat Ied, Bupati dan Wakil Bupati Jombang menyerahkan hewan kurban kepada Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin untuk didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima.

Baca Juga: Empat Proyek Jalan PSD Jombang Masih Tender, Baru Satu Mulai Kontrak

Agenda dilanjutkan dengan penyerahan sapi kurban bantuan Presiden RI Prabowo Subianto di kepada takmir Masjid Jami’ Denanyar Jombang. Atas nama Pemkab Jombang, Warsubi menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut.

”Tahun ini, sapi dari Presiden RI kita serahkan ke Masjid Jami’ Denanyar untuk disembelih dan dibagikan kepada masyarakat maupun jemaah masjid yang berhak menerima. Mudah-mudahan satu ekor sapi ini dapat memberikan manfaat dan barokah,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
banpres Bupati Warsubi sapi kurban Jombang Idul Adha