JombangBanget.id - Rehabilitasi Pasar Ploso, Jombang belum sepenuhnya mengubah pola aktivitas pedagang.
Bagian depan pasar kini kembali padat. Bahkan, aktivitas jual beli nyaris meluber ke jalan raya provinsi. Sebaliknya, area belakang pasar justru terlihat lengang.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB, arus kendaraan di depan Pasar Ploso tampak ramai.
Kendaraan roda dua maupun roda empat silih berganti melintas, bercampur dengan pembeli yang menyeberang jalan. Sejumlah kendaraan juga parkir di tepi jalan, baik di sisi kanan maupun kiri.
Baca Juga: Karyawan Rekrutmen Agrinas di Jombang Sudah Masuk Kerja, Meski KDKMP Belum Buka
Kondisi semakin padat karena banyak pedagang berjualan di area depan pasar. Sebagian menggelar dagangan secara lesehan, sementara lainnya menggunakan gerobak hingga mobil pikap sebagai lapak dadakan.
Sebaliknya, suasana di area dalam pasar lebih lengang.
”Kalau di belakang ya sepi, yang ramai depan,” ujar Wawan, salah satu pedagang.
Menurut dia, dinas terkait sebenarnya sudah mendata kios dan lapak kosong di area belakang pasar.
Tempat itu nantinya akan digunakan untuk menampung pedagang yang saat ini masih berjualan di depan pasar dan tepi jalan.
”Kabarnya yang jualan di pinggir jalan nanti diminta kembali ke lapaknya. Kalau yang di depan pasar akan diarahkan lagi ke area Pasar Buah dan Terminal Ploso, karena sebelumnya memang jualan di sana,” imbuhnya.
Penataan akan dilakukan bertahap. Pedagang yang masih berjualan di area terlarang akan diberikan surat peringatan hingga tiga kali sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut.
”Depan itu rencananya benar-benar steril untuk parkir kendaraan roda dua dan roda empat. Makanya sekarang mobil pikap masih banyak parkir di luar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Anjik Eko Saputro membenarkan area depan Pasar Ploso memang tidak diperbolehkan digunakan untuk berjualan.
Baca Juga: Karyawan Mulai Mundur, KDKMP di Jombang Tak Kunjung Beroperasi
”Memang benar, sebenarnya tidak boleh jualan di sana. Tapi nanti akan kami tata sesuai rencana,” katanya.
Ia menjelaskan, proses penataan dilakukan bertahap dengan mendata kios kosong dan memanggil pemilik lapak yang tidak ditempati. Pemkab menargetkan area depan Pasar Ploso bisa steril dari pedagang agar fungsi jalan dan area parkir kembali tertata.
”Tidak serta merta disegel. Tetap kami panggil dan kami beri surat peringatan sampai tiga kali. Kalau tidak ada inisiatif, baru kami segel,” ujarnya.
Diketahui, proyek rehabilitasi Pasar Ploso mulai dikerjakan sejak 18 Juli 2025 oleh CV Panama Karya dengan pengawasan PT Concept Design Architect.
Proyek senilai Rp 3,94 miliar tersebut bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz