Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Proyek Marka Jalan Rp 250 Juta di Jombang Segera Dimulai, Ini Ruas yang Jadi Prioritas

Ainul Hafidz • Jumat, 22 Mei 2026 | 05:34 WIB
PUDAR: Kondisi marja jalan ruas Jl KH Wahid Hasyim, Jombang yang mulai tak terlihat utuh. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
PUDAR: Kondisi marja jalan ruas Jl KH Wahid Hasyim, Jombang yang mulai tak terlihat utuh. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang memastikan dokumen perencanaan kegiatan pemarkaan jalan 2026 klir.

Saat ini, proses kegiatan tinggal memasuki tahapan pemilihan penyedia sebelum dilanjutkan pengerjaan di lapangan.

’’Perencanaannya sudah selesai. Sekarang tinggal proses pemilihan penyedia, kemudian dilanjutkan pengerjaan,’’ kata Kepala Dishub Jombang, Sugianto, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas, Yohan Kartika, (19/5).

Baca Juga: Bus Sudiro Tunggal Jaya Terguling di Tol Jombang-Mojokerto, Penumpang Terluka Dievakuasi ke Rumah Sakit

Pelaksanaan pekerjaan ditargetkan dapat dimulai sebelum jadwal penyerapan anggaran triwulan ketiga.

Dalam rencana penyerapan anggaran, kegiatan tersebut masuk triwulan ketiga atau Juli nanti. Meski demikian, pelaksanaan fisik diupayakan bisa dilakukan lebih awal.

Dari dokumen itu ditetapkan 17 titik lokasi pemarkaan jalan yang masuk dalam satu paket pekerjaan. Mayoritas titik berada di kawasan dalam kota.

Karena kondisi marka jalan dinilai sudah banyak yang memudar dan perlu diprioritaskan penanganannya.

Ruas jalan yang masuk daftar pekerjaan di antaranya, Jalan KH Wahid Hasyim dengan item pekerjaan berupa pengecatan marka jalan, zebra cross, dan stop line.

Selanjutnya di Jalan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan pekerjaan serupa.

Pemarkaan juga dilakukan di Jalan dr Sutomo, Jalan Teuku Umar, hingga Jalan Untung Suropati. Serta jalan wilayah Masjid Jami' At Taqwa Jalan dr Soetomo, Desa/Kecamatan Bareng.

Rata-rata pekerjaan meliputi pengecatan marka tengah, zebra cross, serta stop line.

’’Yang utama di dalam kota karena banyak marka yang sudah pudar. Itu yang kami prioritaskan,’’ imbuhnya.

Mekanisme pengadaan dilakukan dengan pengadaan langsung (PL).

’’Karena nilai pekerjaan di bawah Rp 400 juta, yakni sekitar Rp 250 juta, maka prosesnya menggunakan skema PL,’’ ungkapnya. (fid/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#Dishub Jombang #marka jalan #Jombang #Dokumen Perencanaan