JombangBanget.id - Pengadaan motor operasional desa di Kabupaten Jombang terus berjalan.
Setelah Kecamatan Bandarkedungmulyo lebih dulu menerima Honda PCX, desa-desa di Kecamatan Kabuh dan Kecamatan Jombang justru kompak memilih Yamaha NMax.
Pilihan itu disebut berkaitan dengan harga motor dan besaran pajak kendaraan pelat merah yang harus dibayar desa.
Koordinator Kepala Desa Kecamatan Kabuh Jamilun mengatakan, pengiriman motor operasional desa di wilayahnya mulai dilakukan Selasa (19/5). Namun, sementara baru tiga desa yang menyelesaikan proses administrasi.
Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Pelaku Curanmor di Bareng Jombang, Penadah Ikut Diciduk
”Untuk Kecamatan Kabuh datangnya Selasa (19/5) kemarin, yang mendahului sementara hanya tiga desa yang sudah menyelesaikan proses administrasi,” terangnya.
Tiga desa tersebut, yakni Desa Manduro, Desa Genenganjasem, dan Desa Tanjungwadung. Sedangkan 13 desa lainnya masih dalam proses pengadaan.
”Untuk sisanya nanti menyusul,” lanjutnya.
Berbeda dengan Bandarkedungmulyo yang memilih Honda PCX, seluruh desa di Kecamatan Kabuh memilih Yamaha NMax Neo S 150 CC warna putih.
Menurut Jamilun, keputusan itu mempertimbangkan kecukupan anggaran setelah ditambah pajak kendaraan.
”Kemarin setelah dicek, kalau beli yang PCX tidak cukup, karena harus membayar pajak juga, baik PPN maupun pajak bea pelat merah. Nah kalau Yamaha NMax tipe Neo ini total harga plus pajaknya Rp 36.400.000, sehingga masih ada silpa Rp 3.600.000,” lontarnya.
Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Jombang. Dari 16 desa, sebanyak 15 desa sudah menerima pengiriman motor operasional sejak Selasa (19/5).
”Untuk Kecamatan Jombang, sudah datang juga sejak Selasa (19/5), dari 16 desa 15 yang sudah datang,” terang Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi.
Mayoritas desa di Kecamatan Jombang memilih Yamaha NMax Neo S dengan harga Rp 36,4 juta. Namun, ada satu desa yang memilih tipe berbeda.
Baca Juga: Jemaah Haji Jombang Jalani Umrah Sunnah, Dokter dan PPIH Ikut Dampingi
”Sementara 1 desa lain yakni Desa Pulo Lor, memilih tipe NMax Turbo dengan harga Rp 40 juta, sementara Desa Dapurkejambon memilih melakukan pengadaan sendiri,” rincinya.
Menurut Erwin, keputusan memilih Yamaha NMax juga dipengaruhi perubahan harga dari pihak dealer Honda yang dinilai tidak konsisten.
”Jadi kenapa berbeda, tidak PCX, karena dari pihak dealer Honda, tidak bisa konsisten, harganya terus berubah dan kalaupun bisa tidak bisa ke tipe ABS karena berkaitan dengan tambahan pajak PPN dan pelat merah, sehingga kami memilih yang bisa disesuaikan dengan anggaran yang ada yakni Rp 40 juta,” pungkasnya.
Sebelumnya, pengadaan motor operasional desa sempat menjadi sorotan publik.
Sejumlah desa di Kecamatan Bandarkedungmulyo lebih dulu menerima Honda PCX 160 tipe ABS warna putih seharga Rp 38 juta sejak Selasa (21/4).
Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) mengkritik kebijakan pengadaan motor operasional desa.
”Ini sangat tidak bermanfaat. Di saat pemerintah pusat menggalakkan efisiensi, justru di daerah ada pengadaan seperti ini,” ujar Ketua FRMJ, Joko Fattah Rochim, Minggu (26/4).
Fattah menilai masih banyak program mendasar di desa yang dinilai lebih urgen, mulai infrastruktur dan program-program sosial kemasyarakatan lainnya terlebih tahun ini sebagian besar dana desa dialihkan untuk mendukung program Kopdes Merah Putih.
”Pembangunan insfrastruktur dan posyandu lebih penting, malah menganggarkan sepeda motor untuk operasional kades. Saya baca di media, honor perangkat desa belum cair,” bebernya (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz