JombangBanget.id - Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), sejumlah jemaah haji asal Jombang mulai menjalani umrah sunnah di Tanah Suci.
Kegiatan tersebut difasilitasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) sebagai bagian pendampingan ibadah jemaah.
Salah satunya dilakukan KBIHU Thoriqul Jannah Mojongapit Jombang.
Baca Juga: Sekolah Dilarang Tahan Ijazah Siswa, Cabdindik Jombang Tegas Soal Tunggakan Komite
Umrah sunnah diikuti jemaah yang kondisi fisiknya masih memungkinkan sebelum memasuki rangkaian puncak haji.
Ketua Rombongan 1 SUB Kloter 61 Zulfikar Damam Ikhwanto Adhim mengatakan, pihaknya tetap memprioritaskan kesiapan fisik jemaah menghadapi puncak ibadah haji yang lebih berat.
”Kita lebih fokus pada puncak haji yang tentu saja lebih berat lagi dan banyak tantangan,” ujarnya.
Meski demikian, jemaah yang ingin menjalankan umrah sunnah tetap mendapat pendampingan khusus. Sedangkan jemaah risiko tinggi, sakit, maupun kelelahan diarahkan kembali ke hotel untuk menjaga kondisi tubuh.
”Jemaah yang memilih umrah sunnah kita fasilitasi. Sedangkan yang risti, sakit atau butuh istirahat kami pulangkan ke hotel supaya kondisinya tetap terjaga,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, KBIHU juga menyediakan bus khusus untuk mengantar jemaah menuju lokasi ibadah. Pendampingan dilakukan bersama petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), dokter, dan pembimbing ibadah.
”Petugas PPIH SUB 61 juga mendampingi kami. Dokter dan pembimbing ibadah serta para jemaah kami fasilitasi dengan bus yang disewa khusus untuk mengantar jemaah,” tambahnya.
Ia berharap seluruh ibadah yang dijalani para jemaah berjalan lancar dan diterima Allah SWT.
”Mudah-mudahan segala amal ibadah para jemaah KBIHU Thoriqul Jannah diterima Allah SWT,” pungkasnya.
Baca Juga: SPMB SD 2026 di Jombang Berubah, Domisili Kini Jadi Penilaian Utama
Pihak KBIHU juga mengingatkan jemaah agar tidak memaksakan diri menjelang Armuzna.
Selain menjaga stamina di tengah cuaca panas Arab Saudi, jemaah diminta memahami larangan saat ihram agar tidak terkena dam atau denda.
Jemaah juga dianjurkan memperbanyak talbiyah, zikir, membaca Al-Qur’an, serta menjaga kesehatan dengan cukup istirahat dan konsumsi air putih. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz