Dam Karet Jatimlerek Jebol, Petani di Jombang Terpaksa Andalkan Sumur Bor

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:04 WIB
IRIGASI MACET: Pekerja sumur bor menggali tanah di sawah Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Jombang untuk kebutuhan irigasi sawah. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
IRIGASI MACET: Pekerja sumur bor menggali tanah di sawah Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Jombang untuk kebutuhan irigasi sawah. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Kerusakan pintu nomor enam Bendung Karet Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Jombang membuat petani di utara Sungai Brantas harus mencari jalan keluar.

Demi menyelamatkan tanaman padi yang sudah berusia sebulan, mereka rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah untuk membuat sumur bor.

Paijo, petani asal Desa Jatimlerek, mengaku terpaksa membuat sumur bor baru karena pasokan air irigasi dari bendung belum jelas kapan kembali normal.

Ini buat sumur bor sendiri, baru sekarang bikin. Nunggu irigasi dari Dam Karet tidak jelas kapan,” katanya.

Baca Juga: Proyek Sekolah Rakyat Jombang Terancam Molor, Bupati Koordinasi ke Kemensos

Langkah itu berdampak pada meningkatnya biaya operasional pertanian. Paijo mengaku harus mengeluarkan uang sekitar Rp 1,2 juta untuk jasa pembuatan sumur bor, termasuk konsumsi pekerja dan pembelian pipa paralon.

Sekitar Rp 1,2 juta sudah termasuk makan minum dan pipa paralon. Butuh sekitar empat pipa, tapi tergantung kedalamannya,” tuturnya.

Kini semakin banyak petani di kawasan tersebut yang mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah. Lahan milik Paijo sendiri memiliki luas sekitar 1.400 meter persegi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Jombang, M. Rony, menyebut wilayah utara Sungai Brantas saat ini bersiap tanam tembakau.

Namun, di sekitar Bendung Karet Jatimlerek masih ada petani yang menanam padi usai panen raya. 

Terkait kerusakan bendung yang berdampak pada mandeknya pasokan air, pihaknya mengaku belum menerima laporan resmi dampak terhadap irigasi pertanian.

”Terakhir koordinasi dengan pelaksana proyek, mereka memastikan walaupun ada pekerjaan, pasokan irigasi ke arah utara masih teraliri,” katanya.

Seperti diberitakan, pintu nomor enam Bendung Karet Jatimlerek jebol di tengah proyek rehabilitasi senilai Rp 268,33 miliar.

Akibatnya, aliran air menuju intake irigasi terhenti total dan mengancam sedikitnya 1.816 hektare sawah di wilayah utara Sungai Brantas. (15/5). (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
bendung jatimlerek dam karet jatimlerek irigasi Jombang sumur bor