JombangBanget.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang kembali menuai keluhan.
Kali ini, wali murid MI Nidhomiyah Jombang mengeluhkan menu telur balado yang dibagikan kepada siswa karena disebut berbau busuk dan tidak layak dikonsumsi.
Keluhan itu disampaikan salah satu wali murid berinisial A, 34. Ia mengatakan, makanan yang diterima anaknya pada Rabu (13/5) pagi dalam kondisi tidak layak makan.
Saat itu, siswa menerima menu MBG dari SPPG Candimulyo 1 berupa nasi, capcay, telur balado, susu dan pisang.
Baca Juga: Pilkades Antar-Waktu di Jombang Mulai Digeber, Desa Sidomulyo dan Kepuhkembeng Sudah Selesai
”Ini tadi telurnya seperti basi, baunya banger,” terangnya.
Menurut dia, telur tersebut mengeluarkan bau tidak sedap sehingga tidak dimakan oleh anaknya. Makanan itu dibawa pulang untuk diperlihatkan kepada keluarga.
”Dibawa pulang, dan masih kami simpan sebagai bukti. Baunya memang tidak enak,” terangnya.
Tidak hanya dialami anaknya, sejumlah wali murid lain juga banyak yang protes di grup wali murid.
”Banyak yang seperti itu, dan akhirnya ramai juga ini tadi di grup wali murid,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala SPPG Candimulyo 1, M Akbar Adi Setiawan, membenarkan adanya laporan terkait telur yang berbau tidak sedap tersebut.
”Kami sudah dapat laporannya dari pihak sekolah, dan memang tadi ada keluhan soal yang telur berbau itu,” terangnya.
Ia menjelaskan, pada hari itu pihaknya menyalurkan sekitar 1.800 paket MBG ke 12 sekolah. Namun, keluhan disebut hanya muncul dari MI Nidhomiyah.
”Dari pantauan ini tadi cuma dari MI Nidhomiyah saja yang ada keluhan, dan itupun tidak semuanya,” lontarnya.
Baca Juga: Disdagrin Jombang Siapkan Langkah Tegas, Lapak Pasar Pon Kosong Akan Disegel
Pihak SPPG mengaku sudah berkoordinasi dengan sekolah sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut. Meski demikian, pihaknya memastikan tidak ada penggantian menu makanan.
”Tidak ada penggantian, sesuai kesepakatan kami hanya akan memastikan memberi menu yang lebih baik dan kami updgrade di pekan depan,” lontarnya.
Sementara itu, ahli gizi SPPG Candimulyo 1, Siske Nevada Novitasari, juga membenarkan adanya laporan telur berbau busuk. Namun, pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti kondisi tersebut.
”Tadi memang dikeluhkan ada yang berbau, tapi memang tidak semua sekolah, bisa dari bumbu bisa juga dari telur,” lontarnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz