JombangBanget.id - Banyaknya lapak kosong di Pasar Pon Jombang mulai mendapat perhatian serius Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang.
Pemkab memastikan akan mengambil langkah tegas dengan menyegel lapak yang dibiarkan mangkrak dan tidak digunakan pedagang.
Kepala Disdagrin Jombang, Anjik Eko Saputro, mengatakan pihaknya segera menggelar rapat bersama UPT dan koordinator pasar untuk membahas penertiban lapak kosong tersebut.
”Rencananya kami akan mengirim surat kepada pemakai bedak atau lapak yang tidak digunakan,” ujarnya, Rabu (13/5).
Baca Juga: Turunkan AKI dan AKB, Dinkes Jombang Perkuat Pendampingan Ibu Hamil
Menurut dia, pedagang yang tidak memanfaatkan lapaknya akan mendapat surat peringatan secara bertahap. Jika tetap tidak diindahkan, pemerintah daerah akan mengambil alih kembali lapak tersebut.
”Surat peringatan akan diberikan satu, dua, dan tiga kali. Kalau sampai tiga kali tidak diindahkan, akan kami segel dan dikembalikan ke pemerintah daerah,” katanya.
Penertiban dijadwalkan mulai dilakukan pekan depan. Disdagrin berharap seluruh lapak di Pasar Pon tetap ditempati agar aktivitas pasar kembali hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
”Harapan kami sebenarnya lapak tetap ditempati dan digunakan masyarakat, karena manfaatnya kembali ke masyarakat,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kondisi Pasar Pon menjadi sorotan lantaran banyak lapak dibiarkan kosong meski pasar tersebut belum genap empat tahun selesai direhabilitasi menggunakan anggaran Rp 3,9 miliar pada 2022.
Pantauan di lokasi menunjukkan terdapat sedikitnya 48 lapak di bagian belakang kios rolling door.
Namun, hanya sekitar 20 lapak yang masih aktif digunakan pedagang. Sisanya kosong dan tampak tidak terawat.
Sejumlah lapak terkesan kumuh, dipenuhi sarang laba-laba. Bahkan, satu lapak digunakan sebagai tempat penampungan sementara sampah karena berada di dekat TPS.
Baca Juga: Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Jombang Genjot Program Pendampingan
Sebagai informasi, proyek pembangunan Pasar Pon dikerjakan pada 2022 oleh CV Satu Jaya Trenggalek. Pembangunan semula ditarget rampung pada 15 Desember 2022.
Namun, proyek molor hingga Februari 2023 setelah dilakukan perpanjangan waktu melalui adendum kontrak. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz