Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Rahasia Keutamaan Haji, Jadi Tamu Allah hingga Dosa Diampuni

Rojiful Mamduh • Jumat, 8 Mei 2026 | 06:03 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh Pondok Pesantren Halimiyah Tambakberas, Jombang, KH Lukman Hakim, menjelaskan keutamaan haji.

’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Barang siapa berhaji karena Allah, lalu tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia pulang tanpa dosa seperti hari dilahirkan ibunya," katanya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (7/5).

Dosa-dosa yang bertahun-tahun menumpuk dapat dihapus dengan haji yang mabrur.

Karena itu para ulama mengatakan, haji bukan wisata religi, melainkan perjalanan tobat.

Baca Juga: Demi Ramaikan Tirta Wisata Jombang, Gus Sentot Rogoh Dana Pribadi untuk Program Renang Gratis

Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu anhu berkata: Orang yang berhaji adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa, Allah kabulkan. Jika mereka meminta ampun, Allah ampuni.

Rasulullah bersabda: Haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga. 

Haji mabrur melahirkan perubahan akhlak dan ketakwaan.

Setelah pulang dari Makkah, lisannya lebih lembut, salatnya lebih terjaga, dan hatinya lebih takut kepada Allah Ta’ala.

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Tanda haji mabrur seseorang kembali zuhud terhadap dunia dan mencintai akhirat.

Di antara keutamaan haji, kesempatan beribadah di masjid-masjid mulia yang pahalanya dilipatgandakan.

Rasulullah bersabda: Salat satu rakaat di Masjidil Haram setara dengan seratus ribu salat di masjid lain.

Salat di Masjid Nabawi lebih utama daripada seribu salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.

Salat di Masjidil Aqsa lebih utama dibanding 500 rakaat di masjid lain. 

Masjid Nabawi tempat dimakamkannya Rasulullah. Salah satu kebahagiaan terbesar seorang mukmin ialah dapat mengucapkan salam langsung di hadapan makam Nabi.

Baca Juga: Masa Jabatan Kepala Sekolah di Jombang Dipangkas, Kini Maksimal Delapan Tahun

Haji berpahala jihad. Aisyah radiyallahu anha pernah bertanya kepada Rasulullah: Wahai Rasulullah, apakah perempuan wajib berjihad?

Beliau menjawab: Ya, bagi mereka ada jihad tanpa peperangan, yaitu haji dan umrah.

Haji sebagai latihan kesabaran. Panas, lelah, antre, berdesakan, semua menjadi ladang pahala bila dijalani dengan ikhlas. 

Wukuf di Arafah puncak haji. Rasulullah bersabda: Haji itu Arafah.

Saat wukuf, manusia berkumpul memakai pakaian ihram yang sederhana, menengadahkan tangan, menangis memohon ampun.

Keadaan itu mirip Padang Mahsyar, sehingga hati seorang mukmin seharusnya menjadi lembut dan takut kepada Allah Ta’ala. 

Allah membanggakan jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah di hadapan para malaikat.

Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Allah membanggakan orang-orang yang wukuf di Arafah kepada penduduk langit (para malaikat).

Allah berfirman: ‘Lihatlah hamba-hamba-Ku datang kepada-Ku dalam keadaan kusut dan berdebu.

Baca Juga: Pulang Cari Rumput, Petani di Bandarkedungmulyo Jatuh dan Meninggal di Pinggir Jalan

Saat jamaah memakai ihram putih, berkumpul di Arafah, meninggalkan jabatan dan kemewahan, semua itu mengingatkan manusia kepada hari kiamat.

Raja dan rakyat memakai pakaian yang sama. Tidak ada kesombongan di hadapan Allah. 

Allah Ta’ala berfirman di Surat Al-Baqarah 197. Berbekallah kalian, dan sebaik-baik bekal yakni takwa.

Karena itu tanda haji mabrur pulang haji semakin bertakwa. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Polres Jombang #haji #keutamaan #Binrohtal #Jombang