JombangBanget.id - Pengasuh PP Tahfidzul Quran Roudhotul As’adiyah, Semanding, Sumbermulyo, Jogoroto, Jombang, KH As'ad Nawawi Alhafiz, menjelaskan umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam kelak di akhirat.
’’Kelak di akhirat umat Nabi terbagi menjadi tiga golongan,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (4/5).
Pertama, golongan yang masuk surga tanpa hisab.
Rasulullah bersabda: Sepertiga umatku masuk surga tanpa hisab.
Baca Juga: Kisah Pedagang Asongan Jombang Naik Haji, 29 Tahun Menabung Bersama Istri
Mereka adalah orang-orang yang benar-benar bertawakal kepada Allah, menjaga tauhid, dan istiqamah dalam ketaatan.
Dalam hadis lain juga disebutkan tentang 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab.
Yaitu mereka yang tidak meminta ruqyah, tidak bertathayyur, dan bertawakal penuh kepada Allah Ta’ala.
Nabi bersabda; Kelak ada segolongan manusia yang bangun dari kubur memiliki sayap. Dengan sayap itu dia langsung terbang masuk surga tanpa melewati timbangan amal, sirot dan lainnya.
Malaikat bertanya, apa amal mereka di dunia. Mereka menjawab; Selalu rida dengan rizki Allah meskipun sedikit. Serta tak pernah maksiat saat sendirian.
Kedua, golongan yang datang dengan dosa dan kesalahan, namun akhirnya diampuni oleh Allah Ta’ala.
Ini menunjukkan luasnya rahmat Allah Ta’ala. Selama seseorang masih memiliki iman, pintu ampunan tidak tertutup.
Allah Ta’ala berfirman di Surat Az-Zumar 53. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa.
Rasulullah bersabda: Allah lebih gembira dengan tobat hamba-Nya daripada seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang di padang pasir.
Abdullah bin Mas’ud radiyallahu anhu berkata; Seorang mukmin melihat dosanya seperti gunung yang akan menimpanya.
Baca Juga: Produsen Tahu di Jombang Kelimpungan, Harga Kedelai dan Plastik Melonjak
Rasa takut inilah yang mengantarkan mereka kepada tobat, hingga akhirnya diampuni.
Dulu ada orang yang telah membunuh 100 orang. Ia kemudian bertanya kepada seorang alim: ’Apakah aku masih bisa bertaubat?
Sang alim menjawab: Siapa yang menghalangi kamu dari tobat?
Ia pun hijrah menuju tempat yang baik, namun meninggal di tengah jalan. Akhirnya Allah mengampuninya karena niat tobatnya.
Ketiga, golongan yang membawa dosa besar namun masih diselamatkan. Karena memiliki kebaikan berupa kalimat tauhid.
Mereka tetap mendapatkan pertolongan Allah karena pernah mengucapkan dua kalimat syahadat.
Rasulullah bersabda: Barang siapa yang di akhir hidupnya mengucapkan La ilaha illallah, maka ia akan masuk surga.
Nabi juga bersabda; Akan keluar dari neraka orang yang di dalam hatinya terdapat iman walaupun sebesar biji sawi.
Baca Juga: Buka Giling PG Tjoekir Jombang 2026, Bupati Warsubi Ingatkan soal Krusial di Balik Produksi Gula
Dikisahkan ada seorang laki-laki yang sepanjang hidupnya bergelimang dosa. Namun ia memiliki satu kebiasaan: setiap malam ia membaca La ilaha illallah.
Ketika ia meninggal, Allah mengampuninya.
Para ulama mengambil pelajaran bahwa tauhid yang tulus bisa menjadi penyelamat terakhir seorang hamba, meskipun ia penuh dosa. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz