JombangBanget.id - Pengasuh PP Ar Roudhoh Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Dr KH M Fathoni Zen, menjelaskan pentingnya beramal baik secara istiqamah.
’’Amal baik yang istiqamah akan mengantarkan kita husnul khatimah,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (1/5).
Di antara tanda amal kebaikan seseorang diterima oleh Allah Ta’ala adalah ia terus diberi kemampuan untuk berbuat baik hingga akhir hayatnya (husnul khatimah).
Baca Juga: Warga Tembelang Jombang Ditemukan Tewas di Rumah, Diduga Alami Gangguan Kejiwaan
Bukan hanya semangat di awal, tetapi konsisten (istiqamah) sampai ajal menjemput.
Allah Ta’ala berfirman di Surat Fussilat 30.
Sesungguhnya orang-orang yang berkata: ’’Tuhan kami adalah Allah,’’ kemudian mereka istiqamah, maka malaikat turun kepada mereka (seraya berkata): Jangan takut dan jangan bersedih; bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.
Ayat ini menunjukkan bahwa kunci kebahagiaan di akhir kehidupan adalah istiqamah, bukan sekadar memulai kebaikan.
Banyak orang mampu berbuat baik sesaat, tetapi sedikit yang mampu menjaga kebaikan itu terus hidup dalam dirinya.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling terus-menerus (istiqamah) meskipun sedikit.
Ini menjadi ukuran bukan besar kecilnya amal, tapi istiqamahnya.
Kita harus berprinsip hari ini harus lebih baik dibanding kemarin. Nabi bersabda; Barang siapa hari ini lebih baik dari kemarin, ia beruntung.
Barang siapa sama dengan kemarin, ia merugi. Barang siapa hari ini lebih buruk dari kemarin maka ia celaka.
Ini mengajarkan bahwa keimanan itu harus bertumbuh, tidak boleh stagnan.
’’Salah satu tanda amal diterima adalah Allah membukakan pintu amal berikutnya,’’ terangnya.
Baca Juga: Dinas Kominfo Jombang Respons Dugaan Data Wajib Pajak Bocor ke Dark Web, Ini Hasil Penelusuran Awal
Jika setelah berbuat baik seseorang justru makin malas, itu tanda bahaya. Sebaliknya, jika semakin rajin, itu isyarat diterima.
Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Orang beriman itu tidak berhenti dalam kebaikan sampai ia bertemu dengan Allah.
Syaikh Ibnu Athaillah rahimahullah juga berkata: Jangan heran jika engkau sulit istiqamah, tapi heranlah jika engkau tidak merasakan manisnya ketaatan.
Istiqamah memang berat, tapi itulah jalan para kekasih Allah.
Dikisahkan ada seorang lelaki yang dikenal biasa saja, tidak menonjol ibadahnya.
Namun ia memiliki satu amalan yang selalu ia jaga: Istiqamah salat berjamaah di masjid tepat waktu.
Suatu hari ia jatuh sakit keras. Saat sakaratul maut, ia masih berusaha bangkit ketika mendengar azan. Keluarganya berkata, ’’Istirahatlah.’’
Namun ia menjawab, ’’Aku tidak ingin dipanggil Allah dalam keadaan lalai.’’
Tak lama kemudian, ia wafat. Orang-orang yang melihat wajahnya tenang dan tersenyum.
Inilah buah istiqamah: Allah menutup hidupnya dengan kebaikan alias husnul khatimah. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz