JombangBanget.id - Pengasuh Pondok Pesantren Zainur Rosyid, Tapen, Kudu, Jombang Dr H Agus Sholahuddin, menjelaskan pentingnya beramal istiqamah.
’’Amal yang istiqamah akan melahirkan keberkahan dan mengantarkan pada kesuksesan,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (30/4).
Contohnya istiqamah salat berjamaah. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang istiqamah salat berjamaah akan diberi lima hal. Bebas dari kesempitan rezeki. Bebas dari siksa kubur.
Menerima catatan amal tangan kanan. Melewati jembatan sirotol mustaqim secepat kilat. Serta masuk surga tanpa hisab.
Baca Juga: Peringatan Hari Kartini di Jombang, Gus Sentot Ingatkan Perjuangan Pendidikan Perempuan
Rasulullah bersabda; Barang siapa keluar dari rumahnya dalam keadaan suci menuju masjid untuk salat wajib, maka pahalanya seperti pahala orang yang berhaji dalam keadaan ihram.
Seperti kisah sahabat Sya’ban. Suatu pagi, ketika mau salat Subuh, Rasulullah melihat Sya’ban belum datang. Nabi lalu menunggunya.
Namun dia tak kunjung tiba.
Usai salat, Nabi mengajak sahabat menuju rumahnya. Perjalanannya sekitar satu jam.
Istri Sya’ban memberitahu suaminya wafat. Jadi satu-satunya yang membuat Sya’ban tidak jamaah adalah kematian.
Istri Sya’ban cerita, sebelum suaminya wafat, ia berteriak tiga kali. Aduh, mengapa tidak lebih jauh? Aduh, mengapa tidak yang baru? Aduh, mengapa tidak semuanya?
Rasulullah menjelaskan, ketika seorang mukmin menghadapi sakaratul maut, Allah Ta’ala memperlihatkan amal perbuatannya.
Pertama, Sya’ban melihat setiap langkahnya menuju masjid dicatat sebagai amal kebaikan dan berbuah pahala yang luar biasa.
Saat itu, timbul penyesalan dalam dirinya: Seandainya rumahku lebih jauh, maka langkahku akan lebih banyak, dan pahala yang kudapatkan pun lebih besar.
Baca Juga: Rekomendasi Belum Turun, soal Rencana Pemasangan Palang Pintu KA di Nglele Jombang
Kedua, Sya’ban dilihatkan pada suatu pagi yang dingin. Ia mengambil dua lapis pakaian: yang baru di dalam, dan yang usang di luar.
Saat dalam perjalanan ke masjid, ia bertemu dengan seorang lelaki tua yang menggigil kedinginan.
Tanpa ragu, ia memberikan pakaian luarnya kepada orang itu agar tetap hangat.
Saat ajal menjemput, ia menyadari sesuatu: Seandainya aku memberikan pakaian yang baru, betapa lebih besar pahala yang akan kuterima!
Ketiga, suatu ketika Sya’ban hendak sarapan sepotong roti. Namun, datang seorang pengemis yang mengaku belum makan selama tiga hari.
Sya’ban membagi roti menjadi dua bagian sama besar. Sekarang, di hadapan Allah, ia menyaksikan pahala dari amal tersebut dan menyesali keputusannya.
Seandainya aku memberikan semuanya, tentu pahalaku lebih besar!
Maka, jangan pernah mengeluh jika harus bersusah payah dalam beribadah. Setiap langkah menuju kebaikan memiliki nilai besar di sisi Allah Ta’ala.
Berikan yang terbaik dalam bersedekah. Jangan hanya memberikan yang tersisa, tetapi berikan yang terbaik yang kita miliki.
Baca Juga: Pemdes Dukuhdimoro Jombang Genjot Pelayanan, Rehab Kantor Desa dari BK Pemprov Jatim
Karena setiap pemberian akan kembali kepada kita dengan balasan yang jauh lebih baik.
Jangan setengah-setengah dalam beramal. Ketika membantu orang lain, lakukanlah dengan sepenuh hati.
Jangan takut kehilangan, karena Allah Ta’ala akan mengganti dengan yang lebih besar. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz