Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: di Balik Tekanan Atasan, Ternyata Ada Hukum Ibadah yang Jarang Diketahui

Rojiful Mamduh • Jumat, 24 April 2026 | 06:26 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang

JombangBanget.id - Pengasuh PP Al-Madienah, Denanyar, Jombang, KH Muhammad Najib Muhammad, menjelaskan bolehnya ibadah karena takut atasan.

’’Ibadah karena takut atasan itu boleh. Atasan memaksa anak buah untuk ibadah juga boleh,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (22/4).

Gus Najib lalu menyampaikan firman Allah Ta’ala di hadis qudsi; Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.

Pimpinan tidak boleh memerintahkan berbuat kezaliman. Anak buah juga tidak boleh menaati pimpinan yang memerintahkan kezaliman.

Baca Juga: Motor Satpam Kantor Perbenihan Mojoagung Jombang Raib Digondol Maling, CCTV Rekam Detik-Detik Pencurian

Suatu ketika, Sayidina Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhu melihat orang yang salatnya sangat cepat.

Sayidina Ali lalu menyuruhnya mengulangi salat. Sayidina Ali menungguinya dengan membawa palu. Orang itu pun mengulangi salat dengan pelan. 

Setelahnya Ali bertanya, kamu lebih khusyuk salat yang pertama atau kedua? ’’Tentu saja yang kedua karena kamu menunggui dengan membawa palu,’’ jawabnya.

Khusyuk karena pimpinan seperti itu boleh. 

Di zaman khalifah Umar bin Khattab radiyallahu anhu, kriminalitas di pasar menurun drastis.

Tidak ada lagi orang yang jual beli dengan curang. Tidak ada orang yang mencampur susu dengan air. ’’Ini karena Umar menyebar intel di pasar,’’ terangnya. 

Orang lalu bilang, mereka ini jual beli dengan jujur karena diawasi Umar. Umar pun menjawab tidak apa-apa.

Yang penting dia tidak memerintahkan kezaliman. Jadi jujur karena pimpinan seperti itu tidak apa-apa. 

’’Kezaliman sekecil apapun pasti akan dibalas oleh Allah Ta’ala,’’ ungkapnya.

Nabi Isa alaihissalam pernah munajat kepada Allah Ta’ala agar ditunjukkan keadilan-Nya. Allah lalu menyuruhnya ke atas bukit agar bisa melihat ke sumur di bawah.

Pada adegan pertama, terlihat orang naik kuda yang mengambil air di sumur lalu salat. Dia membawa uang di kantong. Saat pergi, kantong itu ketinggalan.

Baca Juga: Fortuner Hantam Guardrail di Tol Jombang–Mojokerto, Dua Orang Terluka

Kemudian datang anak kecil mengambil air di sumur. Dia melihat kantong berisi uang lalu membawanya.

Setelah itu, datang orang tua buta yang mengambil air di sumur kemudian salat. Orang pertama yang kehilangan uang kembali datang  mencari uangnya.

Dia menuduh si tua buta mengambil uangnya dan memukulinya hingga mati. 

Nabi Isa heran melihatnya. Bagaimana semua itu menunjukkan keadilan Allah Ta’ala?

Allah lalu menjelaskan, bapak anak kecil itu bekerja 12 tahun kepada si penunggang kuda tanpa digaji.

Jumlah uang di kantong yang diambil anak kecil itu nilanya sebesar gaji bapaknya 12 tahun.   

Ketika menagih gaji, bapak anak kecil itu diusir oleh si penunggang kuda. Lalu tidur di emperan toko. Toko itu ternyata kemalingan.

Bapak anak kecil itu dituduh sebagai pencuri dan dipukuli sampai mati oleh si pemilik toko. Nah, orang buta yang dipukuli sampai mati itulah si pemilik toko. 

Jadi semuanya mendapatkan balasan sesuai perbuatannya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#atasan #Polres Jombang #ibadah #Binrohtal #Jombang