JombangBanget.id – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa di Jombang kembali dikeluhkan.
Kali ini, siswa SMAN 2 Jombang mengeluhkan menu yang kualitasnya buruk lantaran ditemukan ulat di makanan.
’’Kejadiannya Rabu (15/4) siang, yang merasakan siswa kelas 10,’’ kata N, salah satu siswa SMAN 2 Jombang.
Siang itu siswa SMAN 2 Jombang mendapat kiriman MBG dari SPPG Pulolor Jombang. Menunya berupa telur, sayur sawi, kentang, saus dan edamame. Siswa pun antusias memakannya.
’’Pas terlanjur makan setengah, sudah mulai habis, kami kaget waktu ada salah satu makanan yang ada benda aneh,’’ lanjutnya.
Baca Juga: Binrohtal: Manisnya Iman Tak Datang Instan, Ini Tiga Kunci Utamanya
Setelah dicek, benda berbentuk tabung kecil putih itu ternyata belatung atau ulat. ’’Posisinya di bagian sayur sawi,’’ ucapnya.
Temuan itu kemudian dilaporkan siswa ke pihak sekolah. Tapi, saat itu tak ada tindak lanjut.
’’Sudah dilaporkan, tapi tidak lanjutnya belum ada,’’ ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Waka Humas SMAN 2 Jombang, Baihaqi, mengakui adanya temuan ulat di menu siswa.
’’Sudah konfirmasi ke SPPG dan pada saat itu langsung diganti,’’ katanya.
Terpisah, Kepala SPPG Pulolor, Atmi Prayitno, saat dikonfirmasi, mengakui adanya ulat di makanan siswa.
’’Memang betul ada kejadian perihal ulat itu,’’ ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jombang (18/4).
Atmi menjelaskan, saat itu SPPG miliknya menyalurkan 1.600 menu makanan dengan menu fuyunghai.
’’Menunya itu fuyunghai, pakai kentang seagai karbohidrat dan sayurnya edamame,’’ ucapnya.
Baca Juga: Ngebut Tengah Malam, Motor Ringsek Usai Ditabrak Pikap di Jombang
Terkait temuan itu, pihaknya memastikan dari 1.600 ompreng yang dibagikan, hanya ada satu ompreng yang ditemukan ulat.
’’Dari hasil kajian tim kami, diduga dari edamame, ulat itu posisinya juga mati pada saat di-steam. Saya akui lalai di masalah pemilihan bahan baku edamame,’’ ungkapnya.
Atmi mengaku telah menarik satu menu yang ditemukan ulat itu dan menggantinya. Pihaknya juga telah menyetop pengambilan bahan baku dari suplier yang menyediakan edamame untuk SPPG-nya.
’’Kami pastikan cuma satu itu saja, dan sudah ditarik dan diganti. Suplier kita sudah putus kontrak dan kami tidak lagi menggunakan bahan edamame untuk menu MBG selanjutnya,’’ ungkapnya. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz