JombangBanget.id - Distribusi elpiji 3 kilogram di Kecamatan Jogoroto, Jombang dinilai masih berjalan lancar.
Namun demikian, keterlambatan waktu pengiriman kerap terjadi membuat pasokan di tingkat pangkalan tidak selalu tersedia tepat waktu.
Salah satunya diungkapkan Neneng Rahayu, pemilik pangkalan elpiji di Dusun Dukuhsemut, Desa Sukosari.
Ia menyebutkan, selama ini pengiriman elpiji dari agen dilakukan rutin tiga kali dalam sepekan.
Baca Juga: Susah Banget! Elpiji 3 Kilogram di Jombang Kosong, Harga Jadi Tak Terkandali Hingga Segini
”Pengiriman sebenarnya lancar, satu minggu tiga kali, total sekitar 370 tabung,” katanya.
Rinciannya, pengiriman dilakukan Senin sebanyak 100 tabung, Kamis 150 tabung, dan Sabtu 120 tabung.
”Pengiriman relatif tetap, namun waktu kedatangan sering mengalami keterlambatan,” bebernya.
Neneng menjelaskan, sebelumnya elpiji biasanya tiba sekitar pukul 12.00.
Namun kini, pengiriman kerap molor hingga sore hari.
”Sekarang kadang datang pukul 16.00. Molornya memang hanya beberapa jam, tapi kami tetap harus menunggu kiriman,” imbuhnya.
Ia menduga keterlambatan tersebut terjadi akibat antrean di tingkat distribusi.
Meski tidak terlalu lama, kondisi ini berdampak pada ketersediaan stok di pangkalan.
Di sisi lain, tingginya permintaan masyarakat membuat elpiji yang datang langsung habis dalam waktu singkat.
”Sekali kiriman itu langsung habis. Banyak yang cari sekarang,” ungkapnya.
Baca Juga: Student Journalism Jombang: Kenyang Melemahkan, Zikir Menguatkan
Akibatnya, pada hari tertentu pangkalan mengalami kekosongan stok sebelum jadwal pengiriman berikutnya tiba.
Seperti yang terjadi Selasa (14/4), di mana stok elpiji di pangkalan miliknya sudah habis.
”Sore (kemarin) ini kosong, karena memang cepat habis,” tuturnya.
Meski demikian, Neneng memastikan harga jual tetap sesuai ketentuan pemerintah.
”Jualnya Rp 18 ribu per tabung atau sesuai harga eceran tertinggi (HET),” katanya sembari menyebutkan. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz