Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Jauh di Atas HPP, Harga Gabah di Jombang Naik Signifikan Capai Segini

Ainul Hafidz • Selasa, 14 April 2026 | 17:29 WIB

 

DIPANEN: Petani memanen padi menggunakan mesin perontok di Kecamatan Plandaan, Jombang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
DIPANEN: Petani memanen padi menggunakan mesin perontok di Kecamatan Plandaan, Jombang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Harga gabah di tingkat penggilingan padi di Jombang mengalami lonjakan tajam.

Saat ini, pelaku usaha membeli Gabah Kering Sawah (GKS) maupun Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga Rp 7.400 hingga Rp 7.500 per kilogram.

Jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram.

’’Kami belinya dari tengkulak, jadi mengikuti harga pasar,’’ kata Ketua Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras (Perpadi) Jombang, M Soleh.

Kenaikan tersebut tergolong signifikan. Mengingat pembelian gabah umumnya dilakukan melalui tengkulak.

Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan mekanisme pasar antara pemerintah dan pelaku usaha.

Baca Juga: Lokasi Tidak Strategis, Tantangan Baru bagi Koperasi Desa Merah Putih

’’Mungkin pemerintah mendapatkan gabah yang kurang diminati swasta. Tapi, tetap diserap, apa pun kondisinya,’’ imbuhnya.

Menurutnya, kenaikan harga di tingkat penggilingan tidak lepas dari sejumlah faktor.

Terutama pasokan gabah yang tidak merata akibat panen raya yang tidak berlangsung serentak di berbagai daerah.

Selain itu, hasil panen petani dinilai juga mengalami penurunan.

Jika sebelumnya dalam satu petak sawah dengan luasan 1.400 meter persegi mampu menghasilkan hingga satu ton gabah, kini rata-rata hanya berkisar 7–8 kuintal.

’’Produksi tahun ini kemungkinan turun, sehingga pasokan ke penggilingan juga berkurang. Ini berpengaruh langsung pada harga,’’ tuturnya.

Faktor lain yang turut mendorong kenaikan, kondisi stok di gudang yang diduga mulai menipis. Keterbatasan stok membuat persaingan mendapatkan gabah semakin ketat di kalangan penggilingan.

Baca Juga: Tak Disangka! MTsN 2 Jombang Disebut Jadi Cikal Bakal Generasi Emas 2045

Meski harga gabah melonjak di tingkat penggilingan, menurut Soleh, harga beras di pasaran masih relatif stabil. Ini karena adanya pembatasan melalui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

’’Untuk beras, tidak ada kenaikan. Kami tidak berani menaikkan harga karena sudah ada HET,’’ ucapnya. (fid/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#perpadi jombang #panen #Jombang #harga gabah #gabah