JombangBanget.id - Program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Jombang belum sepenuhnya berjalan di lapangan.
Meski kelembagaan sudah terbentuk, pembangunan fisik gerai masih timpang.
Data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Jombang mencatat, dari total 306 kopdes, baru 120 gerai yang rampung.
Sebanyak 116 desa masih berproses, sementara 70 desa lainnya belum memulai pembangunan sama sekali.
Baca Juga: DPPKB PPPA Jombang Sabet Pengelolaan BOKB Terbaik se-Jawa Timur, Begini Rahasia Suksesnya
”Total ada 306 KDKMP yang sudah terbentuk. Dari jumlah itu, 120 gerai sudah selesai 100 persen, kemudian 116 desa masih dalam proses pembangunan, dan 70 desa belum memulai pembangunan fisik,” ujar Sekretaris Dinkop UM Jombang Gatut Wijaya.
Di sisi lain, distribusi sarana pendukung mulai digenjot. Sebanyak 74 unit truk telah disalurkan ke desa-desa. Namun, kendaraan operasional itu belum bisa dimanfaatkan. Penggunaannya harus menunggu launching.
”Atas instruksi Pak Dandim, truk yang sudah diterima tidak boleh dipakai dulu sebelum launching. Kalau dipanasi tidak apa-apa, tapi operasional belum diperkenankan,” kata Kepala Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam.
Tak hanya itu, desa juga diminta tidak menyimpan truk di lokasi gerai kopdes. Pertimbangannya faktor keamanan, terutama untuk gerai yang berada jauh dari permukiman.
”Petunjuknya diamankan di tempat yang aman, tidak harus di lokasi KDKMP. Kalau memungkinkan, disimpan di tempat yang lebih terjamin keamanannya,” imbuhnya.
Di Kecamatan Bareng, progres pembangunan juga belum merata. Dari sejumlah desa, baru lima yang telah memiliki gerai sekaligus menerima truk. Yakni Kebondalem, Tebel, Mojotengah, Ngrimbi, dan Pakel.
”Yang sudah berdiri bangunannya ada lima desa itu, dan sudah menerima truk,” ujar Camat Bareng Usman.
Sementara itu, tiga desa masih dalam tahap pembangunan, yakni Pulosari, Mundusewu, dan Ngampungan.
Sedangkan lima desa lainnya, Jenisgelaran, Bareng, Banjaragung, Karangan, dan Nglebak belum memulai pembangunan.
”Yang belum bangun ada lima desa itu,” jelasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz