JombangBanget.id – Warga Jombang mulai kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram bersubsidi sejak awal April.
Pasokan tersendat membuat masyarakat harus menyisir dari satu pengecer hingga pengecer lain termasuk pangkalan agar bisa membeli elpiji. Ironisnya, harga pun ikut melonjak.
Seperti yang dirasakan Nasihin, 43, pedagang nasi pecel di Kecamatan Peterongan mengaku kesulitan mendapatkan elpiji.
Ia harus berkeliling ke sejumlah wilayah seperti Peterongan dan Sumobito, namun tidak menemukan stok. Gas baru didapat setelah mencari hingga ke wilayah Mojoagung.
Baca Juga: Baru Beberapa Menit Ditinggal, Motor Warga Jombang Raib di Minimarket
”Sudah muter-muter ke beberapa tempat, banyak yang kosong. Akhirnya dapat di Mojoagung,” ungkapnya.
Kondisi serupa, dirasakan Rohman, 38, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh. Ia menyebut, sejak awal April, gas elpiji 3 kg mulai sulit dicari.
”Sudah semingguan ini ramai dikeluhkan,” ungkapnya (11/4).
Rohman mengaku sampai bingung membeli elpiji. Sebab di wilayahnya hampir di semua pengecer kosong. Beruntung ia akhirnya berhasil mendapatkan elpiji di kawasan Pasar Legi
“Di desa sini kosong, sepanjang Tembelang kosong, baru ketemu di sekitar Pasar Legi Jombang tadi,” lanjutnya.
Meski mendapat gas elpiji, ia mengaku harus membayar lebih mahal karena disebut pihak toko stoknya menipis.
”Ini tadi dapat Rp 23 ribu satu tabungnya, tapi ya mau bagaimana, yang penting dapat,” lontarnya.
Terpisah, kelangkaan gas elpiji subsidi itu juga diakui salah satu pangkalan elpiji di wilayah Megaluh.
Pemilik pangkalan elpiji di Kecamatan Peterongan, Akmal, mengatakan keterlambatan distribusi kini terjadi lebih sering dan memuncak dalam sepekan terakhir.
Baca Juga: Nama Wabup Salmanudin Tak Masuk Daftar, Ini Enam Kandidat Ketua PKB Jombang Jalani UKK
“Pengiriman sudah sering terlambat sejak sekitar satu tahun lalu, tapi dua bulan ini makin sering. Puncaknya ya minggu ini,” ujarnya.
Kelangkaan tersebut memicu kepanikan di tingkat konsumen. Setiap kali stok datang, warga langsung memborong sehingga elpiji cepat habis dalam waktu singkat.
“Kemarin sempat datang, tapi tidak sampai satu jam sudah habis diserbu. Sekarang kosong lagi, belum tahu kapan kiriman berikutnya,” kata Akmal.
Sulitnya mencari elpiji 3 kg juga dirasakan warga Kecamatan Diwek.
”Sudah beberapa hari ini mulai sulit dicari, tadi saya mau beli di tingkat pengecer barangnya kosong, katanya belum dikirim,”sambung Nisa, warga Desa Diwek. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz