JombangBanget.id – Rencana pembangunan Embung Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Jombang mulai menunjukkan perkembangan setelah sekian lama belum menemui kejelasan.
Tahapan awal berupa pengambilan titik koordinat lokasi embung sudah dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Februari lalu.
Kades Desa Purisemanding Nurbata mengatakan, kegiatan tersebut menjadi tanda awal kelanjutan proyek yang sudah lama dinantikan warga.
”Jadi Februari kemarin sudah ada pengambilan titik koordinat dilaksanakan BBWS Brantas. Mereka juga datang ke desa dan menyampaikan rencana itu,” katanya.
Seluruh proses teknis berada di bawah kewenangan pihak balai.
Baca Juga: Erna Kuswati Siap Pimpin PKB Jombang, Targetkan Partai Jadi Motor Kebijakan Pro-Rakyat
Pemerintah desa hanya menerima informasi pembangunan embung direncanakan mulai memasuki tahap kegiatan pada 2027.
”Disampaikan rencananya 2027 sudah mulai ada kegiatan. Mudah-mudahan tidak ada kendala dan bisa terealisasi,” imbuhnya.
Sejak pembebasan lahan dilakukan, masyarakat belum mendapatkan kepastian lanjutan proyek. Karena itu, langkah pengambilan titik koordinat ini menjadi harapan baru bagi warga.
”Sejak lahannya dibebaskan, sampai sekarang belum ada kejelasan. Sekarang mulai ada titik terang,” ungkapnya.
Pihaknya berharap pembangunan embung dapat segera direalisasikan sesuai rencana.
Pasalnya, keberadaan embung dinilai sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk mendukung sektor pertanian.
”Masyarakat sudah sangat menunggu. Semoga bisa terealisasi 2027. Manfaatnya banyak, khususnya untuk pertanian dan mendukung program ketahanan pangan,” katanya.
Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat sudah membebaskan lahan untuk proyek pembangunan Embung Purisemanding pada 2023 lalu.
Luas lahan yang disiapkan mencapai sekitar 4,8 hektare, terdiri dari 41 bidang tanah.
Sebagian besar merupakan lahan pertanian milik 37 warga. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz