JombangBanget.id - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mulai membidik sejumlah proyek fisik bernilai besar milik Pemkab Jombang.
Total ada 11 paket pekerjaan yang kini masuk pemeriksaan, termasuk proyek Pasar Ploso senilai Rp 3,9 miliar yang banyak menuai sorotan akibat dua kali insiden ambruknya kanopi.
Inspektur Pembantu Bidang Pembangunan Inspektorat Jombang Setiawan Afandi membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Ia menyebut, audit dilakukan terhadap proyek-proyek yang telah rampung pada akhir 2025.
Baca Juga: Konvoi Pesilat di Jombang Ricuh, Serang Warga dan Pengguna Jalan
”Saya kurang paham detailnya. Namun itu terkait pemeriksaan rutin, memang data data beberapa kegiatan yang sudah selesai di 2025 akhir, diminta oleh BPK,’’ ujar dia.
Menurutnya, pemeriksaan tidak hanya menyasar satu organisasi perangkat daerah (OPD). Sejumlah OPD dimintai dokumen sebagai bagian dari proses audit.
”Ada di sejumlah OPD. Mulai PUPR, dan Disdagrin. Jadi masih dimintai data dokumennya seperti itu,’’ tambahnya.
Salah satu proyek yang ikut diperiksa adalah pembangunan Pasar Ploso.
Baca Juga: Desa Morosunggingan Jombang Bangun Gedung Posyandu Tiap Dusun, Ini Progres Terbarunya
Proyek tersebut sebelumnya menjadi sorotan karena sempat mengalami kerusakan dua kali akibat angin kencang.
”Itu informasi dari Disdagrin ya. Jadi saya sudah mengundang Disdagrin, PPK, pelaksana, dan pengawas. Saya pastikan lagi, dokumennya sudah diminta BPK,” papar dia.
Sebelumnya, Kepala Disdagrin Jombang Anjik Eko Saputro mengungkapkan, proyek Pasar Ploso memang telah lebih dulu menjadi perhatian BPK. Sejumlah dokumen bahkan sudah diminta sebelum pemeriksaan lanjutan dilakukan.
”Pasar Ploso ini juga sudah diaudit BPK, dokumen-dokumennya sudah diminta sebelumnya,” terangnya usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Jombang.
Terkait kondisi fisik bangunan, pihaknya memastikan sebagian kerusakan telah ditangani. Kanopi yang sempat ambrol pada kejadian pertama disebut sudah diperbaiki oleh kontraktor.
”Untuk kanopi yang ambrol pertama sudah diperbaiki. Sedangkan yang terdampak puting beliung masih proses perbaikan,” jelasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz