JombangBanget.id - Ustad Addin Mustaqim Alhafiz dari PP Al Amanah, Ngledok, Desa Mojokrapak, Tembelang, Jombang, menjelaskan pentingnya mengutamakan akhirat.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang cerdas itu melawan hawa nafsu dan mengutamakan amal untuk bekal setelah mati,’’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (3/4).
Ini karena kita di akhirat selama-lamanya sedangkan di dunia maksimal hanya seratus tahun.
Baca Juga: Tak Berkutik, Tiga Pengedar Sabu di Jombang Diciduk Polisi, 49 Gram dan Uang Rp 25 Juta Disita
Ketika membahas dunia, Alquran hanya menyebut berjalan. Seperti di Surat Al-Mulk 15.
Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kalian, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah dari rezeki-Nya.
Berjalanlah, bukan berlari. Ini mengajarkan bahwa dalam urusan dunia, kita cukup tenang, tidak berlebihan, dan tidak menghalalkan segala cara.
Seorang tabi’in, Sa’id bin Al-Musayyib, tetap pergi ke masjid untuk salat berjamaah meskipun sedang sibuk berdagang.
Baca Juga: Komplotan Perampok Pasutri di Sumobito Jombang Diringkus Polisi, Dua Eksekutor Masih Buron
Ketika ditanya, beliau menjawab: Rezekiku sudah dijamin, tapi panggilan Allah belum tentu datang dua kali.
Ini menunjukkan bahwa dunia tidak perlu dikejar dengan tergesa-gesa sampai melalaikan akhirat.
Dalam urusan akhirat, Alquran menggunakan bahasa yang bermakna cepat-cepat.
Seperti di Surat Ali Imran 133. Bersegeralah menuju ampunan dari Tuhanmu dan surga.
Rasulullah bersabda: Bersegeralah kalian dalam melakukan amal saleh. Ada seorang pemuda yang selalu menunda tobat. ’’Nanti kalau sudah tua.’’ Namun ia wafat dalam usia muda.
Dalam urusan tobat kita diperintahkan berlari. Seperti di Surat Adz-Dzariyat 50. Maka larilah menuju Allah.
Makna lari di sini segera meninggalkan dosa, seperti orang yang lari dari bahaya.
Baca Juga: Konsultan Masih Survei 60 Ruas, Proyek PJU Skema PIK Rp 13 Miliar di Jombang
Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Jangan menunda tobat, karena kamu tidak tahu kapan kematian menjemput.
Seorang wali, Fudhail bin ‘Iyadh, dulunya adalah perampok. Suatu malam ia mendengar Surat Alhadid 16.
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka).
Ia langsung bertobat malam itu juga, sehingga akhirnya menjadi ulama besar.
Dalam urusan kebaikan kita diperintahkan berlomba. Allah Ta’ala berfirman di Surat Al-Baqarah 148. Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.
Rasulullah bersabda: Tidak boleh iri kecuali dalam dua hal: Orang yang diberi harta lalu digunakan di jalan Allah, dan orang yang diberi ilmu lalu diamalkan.
Hasan Al-Bashri berkata: Jika engkau melihat seseorang mendahuluimu dalam kebaikan, maka kejar dia.
Abu Bakar Ash-Shiddiq selalu lebih dahulu dalam bersedekah dibanding sahabat lain, bahkan melebihi Umar bin Khattab.
Baca Juga: Bulan Ini Dijadwal Teken Kontrak, soal Pengadaan Pupuk Tembakau di Jombang Rp 5 Miliar
Sampai-sampai Umar berkata: Aku tidak akan bisa mengalahkan Abu Bakar dalam kebaikan.
Ini contoh semangat berlomba dalam amal saleh.
Siapa yang bersegera menuju Allah, maka seluruh kebaikan akan mendatanginya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz