Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tanaman Padi Terdampak Banjir, Dinas PUPR Jombang Turun Tangan Bersihkan Sumbatan Afvoer Watudakon

Ainul Hafidz • Sabtu, 4 April 2026 | 17:30 WIB

 

PICU BANJIR: Alat berat milik Pemkab Jombang membersihkan sumbatan Afvoer Watudakon di Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang, (1/4).
PICU BANJIR: Alat berat milik Pemkab Jombang membersihkan sumbatan Afvoer Watudakon di Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Jombang, (1/4).

 

JombangBanget.id Banjir akibat luapan sejumlah afvoer membawa dampak luas.

Sedikitnya 500 hektare lebih tanaman padi termasuk ratusan rumah warga terdampak.

Dinas PUPR menerjunkan alat berat guna membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air di sejumlah titik jembatan.

Baca Juga: Pesta Medali! Inkanas Jombang Keluar sebagai Juara Umum Kejurda Jatim

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang Imam Bustomi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengatakan, penanganan dilakukan secara cepat dengan mengerahkan ekskavator.

Berdasarkan hasil identifikasi, kondisi Afvoer Watudakon sebelumnya dalam keadaan penuh air.

Dampaknya bahkan dirasakan hingga Kabupaten Mojokerto, yang mengalami banjir di area persawahan dan hampir masuk ke permukiman warga,” terangnya.

Dalam penanganan tersebut, petugas membersihkan dua titik sumbatan utama.

Baca Juga: Student Journalism: Nilai Manusia Ditentukan Akhirnya

Lokasinya berada di Desa Carangrejo dan Desa Pojokerjo, Kecamatan Kesamben. Sumbatan didominasi material berupa ranting bambu yang tersangkut di pilar jembatan.

”Beberapa titik sumbatan sudah kami bersihkan dengan ekskavator, ada dua titik,” imbuhnya.

Upaya tersebut cukup membantu memperlancar aliran air.

Meski demikian, masih terdapat beberapa sumbatan yang belum tertangani karena keterbatasan akses.

”Masih ada beberapa sumbatan yang belum ditangani karena aksesnya tidak ada. Kalau dipaksakan bisa merusak tanggul dan berpotensi meluber. Sementara kami tunda dulu,” ungkapnya.

Seiring penanganan yang dilakukan, kondisi genangan air dilaporkan mulai surut di sejumlah wilayah.

Di antaranya Desa Carangrejo, Kedungbetik, hingga Podoroto sampai ke bagian hilir.

Baca Juga: Hilang Konsentrasi, HR-V Tabrak Truk Tangki hingga Terpental di Tol Jombang-Mojokerto

Ke depan, pihaknya menilai diperlukan normalisasi saluran secara menyeluruh.

Namun, pelaksanaannya masih menunggu tindak lanjut Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

”Memang butuh normalisasi. Kami sudah bertemu PPK, tapi karena kondisi air masih tinggi, kemungkinan baru dilakukan beberapa bulan ke depan, menunggu cuaca dan curah hujan,” katanya.

Sebelumnya, banjir yang melanda Kabupaten Jombang dalam beberapa hari terakhir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga berdampak pada sektor pertanian.

Dinas Pertanian Jombang mencatat sekitar 525 hektare lahan sawah terdampak, yang tersebar di Kecamatan Kesamben, Ploso, dan Plandaan. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#afvoer watudakon #banjir #watudakon #Kesamben #Jombang