Banjir di Klitih Jombang Longsorkan Dua Jalur Poros, Akses Menuju Kedungcinet Putus Total

Achmad RW • Dipublikasikan Rabu, 1 April 2026 | 06:41 WIB
Kondisi akses ke Kedungcinet Jombang yang kini putus total akibat banjir dan longsor
Kondisi akses ke Kedungcinet Jombang yang kini putus total akibat banjir dan longsor

JombangBanget.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah hilir Sungai Marmoyo sejak Senin (30/3) sore memicu banjir di Kecamatan Plandaan, Jombang. 

Luapan sungai tak hanya merendam permukiman, tetapi juga menggerus infrastruktur. Dua jalur poros di Desa Klitih dan Desa Jiporapah dilaporkan terputus akibat longsor.

Di Desa Klitih, banjir terjadi akibat melubernya dua aliran sungai di wilayah tersebut.

Baca Juga: Kali Catak Banteng Jombang Tersumbat Sampah dan Bambu, Picu Ancaman Banjir

Arus deras sempat menggenangi permukiman dan jalan dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa di sejumlah titik.

Beruntung genangan air segera surut. ”Banjir cuma sebentar, malam harinya langsung surut. Wilayah tersebut memang langganan banjir,” terang Kepala Desa Klitih, Siti Roaini, Selasa (31/3).

Selain merendam rumah warga, derasnya arus juga menggerus jalan lingkungan di Dusun Pojok.

Baca Juga: Kali Marmoyo Jombang Tak Kunjung Terkendali, Bikin Dua Desa di Ploso Terendam Banjir

Jalan paving sepanjang lebih dari 15 meter ambles setelah tergerus air. ”Statusnya jalan lingkungan. Sekarang tidak bisa dilewati,” lontarnya.

Akibatnya. akses warga terputus. Untuk sementara, warga harus memanfaatkan jalur alternatif berupa gang-gang sempit.

 ”Kalau alternatif pengganti ya ada, jalan kecil-kecil lewat gang itu sementara,” tambahnya.

Dampak lebih parah terjadi pada jalur penghubung Desa Klitih–Desa Jiporapah. Jalan rabat beton di Dusun Tambak longsor total setelah tebing penyangga terkikis banjir.

Akses yang merupakan jalur utama menuju kawasan wisata Kedungcinet kini tak bisa dilintasi kendaraan.

”Kalau laporan tadi, kondisi di sana sudah tidak bisa dilintasi, dan harus mencari jalan lain,” terangnya,” terang Camat Plandaan, Lia Aprilianna Isna Sari, Selasa (31/3).

Putusnya jalur tersebut turut menghambat aktivitas warga, termasuk mobilitas guru yang mengajar di wilayah terpencil Desa Jiporapah.

Hingga kemarin, penanganan masih terbatas. Longsoran di Dusun Pojok ditangani secara swadaya melalui kerja bakti warga. Sementara longsoran di Dusun Tambak belum tersentuh perbaikan.

 ”Sudah kita laporkan ke Pemkab baik ke Dinas PUPR maupun BPBD Jombang,” pungkasnya. (riz/naz)

Editor : Achmad RW
kedungcinet longsor putus banjir akses