Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pesta Makan

Ainul Hafidz • Kamis, 26 Maret 2026 | 05:48 WIB

Rubrik opini KH Mustain Syafii.
Rubrik opini KH Mustain Syafii.

ID artinya hari raya, pesta. Fitr artinya makan, sarapan. Idul Fitri artinya hari raya makan-makan, terbebas dari kelaparan.

Karena sebelumnya satu bulan tidak sarapan.

Zakat al-fitr itu diberikan sebelum salat id untuk mensubsidi orang-orang miskin biar punya bahan makanan saat idul Fitri.

Pesan sosial yang hendak disampaikan adalah agar kita tidak membiarkan ada orang kelaparan. Jangan sampai kita tidak mengambil peran untuk mengatasi kelaparan.

Setelah sebulan merasakan sakitnya lapar, harusnya secara otomatis terbentuk kepeduliaan untuk mengatasi kelaparan.

Semua kriteria takwa itu berdimensi sosial. Sebagaimana disebutkan di Surat Ali Imran 134.

Tanda orang-orang yang takwa yaitu mau menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit.

Menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Ketika kita mendapatkan gratisan panganan uenak dan berlimpah, lalu kita beramai-ramai makan sepuasnya, di ujung sono mereka berkata: "Wow, arek-arek riyoyo."

Ketika kita mendapatkan kebebasan bergembira dan berjingkrak ria setelah terkungkung dalam aturan ketat, di belahan sono mereka berkata: "Wow, arek-arek riyoyo."

Jika perasaan anda - setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa dengan segala kisi-kisinya dan kini telah bebas dan berlebaran -  seperti yang terilustrasikan di atas, maka beristigfarlah.

Baca Juga: Hari Ini ASN Pemkab Jombang Mulai Masuk Usai Libur Lebaran, Ini Aturan untuk WFA dan WFO

Ya, karena: Pertama, puasa yang anda jalani selama itu anda anggap sebagai beban yang memberatkan dan memaksa.

Andai tidak karena diwajibkan oleh agama atau tidak malu dengan tradisi sekitar, maka anda pasti pilih tidak puasa, bahkan pasti tidak puasa.

Puasa macam ini memang sah dan kewajiban gugur.

Perkoro Gusti Allah seneng atau tidak, menerima amal ibadah, memberi pahala atau tidak, itu mutlak kewenangan Tuhan.

Dan mugo-mugo iyo, sebab Gusti Allah Moho Lumo.

Salah satu ciri puasa macam ini, antara lain: Pertama, pelakunya sering sambat dan mengeluh, "Hari ini aku kok keroso lapar, lemes, nguwelak pingin es degan dan seterusnya."

Kedua, saat berbuka, makannya dipol-polno, kayak wong kaliren dan dendam. Sudah kenyang, tapi masih ngemil gak mari-mari.

Ketiga, ibadahnya, salat tarawihnya agak malas dan ogah-ogahan.

Berbeda dengan pelaku puasa yang menjalaninya dengan enjoy dan suka hati.

Ya, karena dia mengerti bahwa puasa tidak sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan. Sadar, bahwa manusia butuh berpuasa demi kebaikan dunia dan akhirat.

Banyak hikmah yang didapat. Seperti kesehatan, kesabaran, kejujuran, kedisiplinan dan lain-lain.

Puasa adalah Honesty Training, pelatihan kejujuran sebulan penuh.

Bisa saja kita nyolong mangan, nyolong ngumbe dengan aman.

Ya, tapi sadar ada Tuhan yang mengawasi. Kita juga dilatih merasakan sendiri betapa sakitnya perut keroncongan, pedihnya tidak makan.

Maka beramal sosiallah kepada mereka yang membutuhkan.

Kok ada pejabat, penguasa korup, padahal mereka muslim dan berpuasa..?

Ya, karena mereka tidak beriman beneran dan tidak berpuasa sungguhan. Kok ada orang kaya yang pelit tanpa peduli fakir dan miskin.?

Ya, mereka masih belum beriman sungguhan. Masih hobi mendustakan agamanya sendiri (QS al-Ma’un: 1-3).

Riyoyo adalah hari besar, hari berbagi, di mana semua orang, baik miskin maupun kaya berpesta dan bergembira, menikmati makanan dan sajian.

Baik miskin maupun kaya.

Yang mampu mengeluarkan zakat, Pak Haji Fulan bagi-bagi uang receh ke anak-anak dan sebangsanya.

Pesannya, terusno, lanjutkan ke hari berikutnya, terus, terus. Jangan sampai ada yang meminta-minta di jalanan dan mengemis.

Begitu halnya yang mengemis. Memang uang recehan yang anda dapatkan itu halal, tetapi Tuhan tidak senang.

Menurut agama, lebih baik kerja halal seadanya meski menjadi kuli atau pembersih WC.

Rezeki anda berbarakah, Tuhan senang dan semua makhluk mendoakan. Nasihat ini dikhususkan hanya bagi mereka yang beriman sungguhan.

Taqabbal Allah minna wa minkum al-siyam wa al-qiyam. (*)

Penulis:

 KH Mustain Syafii, Mudir PP Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang

Editor : Ainul Hafidz
#opini #Tebuireng #KH Mustain Syafii #hari raya idul fitri #makan #idul fitri #Jombang #ramadan #lebaran #pesta