JombangBanget.id - H Misbah dari Pondo Pesantren Sunan Bonang, Denanyar, Jombang menjelaskan pentingnya istigfar.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Barang siapa memperbanyak istigfar, Allah Ta’ala akan menjadikan untuknya jalan keluar dari setiap kesempitan, dan kelapangan dari setiap kesedihan, serta memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Agung Jannatul Fuadah Polres Jombang, Jumat (20/3).
Ini karena setiap masalah dan kesulitan yang datang menimpa disebabkan dosa-dosa kita.
Rasulullah bersabda; Sesungguhnya seorang hamba benar-benar terhalang dari rezeki karena dosa yang ia lakukan.
’’Nabi yang sudah tanpa dosa saja masih banyak istigfar,’’ ucapnya.
Nabi bersabda: Demi Allah, sungguh aku beristigfar dan bertobat kepada Allah lebih dari 70 kali dalam sehari.
Di riwayat lain bahkan disebut 100 kali sehari.
Hasan al-Basri rahimahullah didatangi beberapa orang: Ada yang mengeluh kemiskinan. Ada yang mengeluh kekeringan. Ada yang mengeluh belum punya anak.
Semua diberi jawaban yang sama: Perbanyaklah istigfar.
Muridnya heran. Lalu beliau membaca Surat Nuh 10–12. Mohonlah ampun kepada Tuhanmu niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat, memperbanyak harta dan anak-anak.
Istigfar bukan hanya menghapus dosa, tapi juga mengubah keadaan hidup.
Baca Juga: Binrohtal: Ini Enam Keutamaan Bulan Ramadan yang Bisa Mengubah Hidupmu
Membuka solusi yang sebelumnya buntu. Menghadirkan pertolongan Allah secara tak terduga.
Ada seorang pedagang yang bangkrut. Ia datang kepada seorang wali, Abdul Qadir al-Jailani rahimahullah. Sang wali hanya berkata: Perbanyak istigfar.
Beberapa waktu kemudian, usahanya perlahan bangkit. Ia berkata: Aku tidak tahu dari mana datangnya kemudahan itu, kecuali dari istigfar yang terus aku baca.
Istigfar melapangkan kesempitan hati dan hidup. Allah Ta’ala berfirman di Surat Hud 3.
Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu.
Kesempitan hidup seringkali bukan karena kurangnya harta, tapi karena dosa yang menumpuk.
Serta hati yang jauh dari Allah Ta’ala. Istigfar menjadi pembersih yang menghadirkan kembali ketenangan.
Seorang murid datang kepada Imam Ahmad bin Hanbal mengeluhkan hidupnya yang terasa sempit.
Beliau berkata: Perbanyaklah istigfar, karena aku tidak melihat sesuatu yang lebih cepat mendatangkan kelapangan selain istigfar.
Beberapa waktu kemudian, murid itu kembali dengan wajah cerah—masalahnya mulai terurai satu per satu.
Istigfar mendatangkan rezeki tak terduga. Allah Ta’ala berfirman di Surat At-Talaq 2–3.
Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Istigfar adalah bagian dari takwa dan tobat, sehingga termasuk sebab datangnya rezeki.
Sufyan ats-Tsauri, berkata: Aku mengetahui bahwa dosaku menjadi sebab tertahannya rezekiku.
Beliau lalu memperbanyak istigfar, dan Allah bukakan berbagai kemudahan dalam hidupnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz