JombangBanget.id – Arus lalu lintas di Jalan Raya Mojoagung, Jombang terpantau mulai mengalami kenaikan Rabu (18/3).
Meski belum terlihat lonjakan signifikan kendaraan pemudik, namun, volume kendaraan mulai meningkat khususnya dari arah Surabaya.
Pantauan di lokasi, tampak arus lalin mulai terasa ada peningkatan dibandingkan hari-hari biasa.
Sejumah kendaraan roda dua dan empat pelat L Surabaya dan W Gresik terpantau banyak melintas.
Kapospam Mojoagung Kompol Yogas menyampaikan, peningkatan arus kendaraan mulai terlihat dari arah timur atau Surabaya.
Namun, jumlahnya belum menunjukkan kenaikan berarti. ”Dari arah timur ada kenaikan, tapi belum signifikan,” ujarnya.
Ia memprediksi puncak arus mudik baru akan terasa mendekati hari raya Idul Fitri atau H-1.
Meski begitu, tren tahun ini dinilai berbeda karena sebagian pemudik memilih berangkat mudik lebih awal.
”Puncak biasanya H-1 baru terasa. Tapi saya prediksi banyak pemudik yang mendahului, jadi bisa mengurangi lonjakan,” katanya.
Menurut dia, libur panjang yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi turut memengaruhi pola perjalanan masyarakat.
Kondisi ini membuat arus mudik lebih tersebar dan tidak menumpuk di satu waktu.
Baca Juga: Mudik, Sungkeman dan Halalbihalal
Meski begitu, untuk mengantisipasi kemacetan, pihak kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas jika terjadi lonjakan kendaraan.
Salah satunya pengalihan arus dari Mojoagung menuju jalur alternatif.
”Kalau sangat diperlukan, arus dari Mojoagung bisa dialihkan ke Mojotrisno, lanjut Mojowarno hingga Kandangan,” ucapnya.
Selain itu, jalur ringroad Mojoagung juga disiapkan sebagai alternatif untuk mengurai kepadatan di jalur utama.
”Ringroad Mojoagung kita manfaatkan sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan,” tuturnya.
Ia menambahkan, sejak beroperasinya jalan tol, kondisi lalu lintas di wilayah Mojoagung relatif lebih kondusif dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Di sisi lain, Polsek Mojoagung juga menyiapkan fasilitas bagi para pemudik di Pos Pengamanan.
Tersedia tempat istirahat lengkap dengan kursi sofa panjang dan ruang singgah. ”Kami fasilitasi pemudik yang ingin istirahat di pos pam,” katanya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz